SULUTZONE.COM – Di balik senyum ramah dan paras menawannya yang kerap menyapa konsumen di PT. Astra International Tbk - Daihatsu Martadinata, Cicilia Kristine Ngangi juga dikenal sebagai vokalis berbakat yang aktif mengisi harmoni di berbagai sudut kafe dan live music spot populer di Manado.
Sebagai garda terdepan di dealer otomotif ternama, keseharian Cicilia dihabiskan dengan melayani konsumen dan memastikan mobilitas warga Manado terpenuhi. Namun, saat lampu panggung menyala, ia bertransformasi menjadi vokalis bagi grup band Kadera. Hobi menyanyi ini diakuinya sebagai penyeimbang hidup di tengah tekanan pekerjaan yang tinggi.
"Membagi waktu antara pekerjaan dan hobi itu tantangan tersendiri. Apalagi saya juga masih menyempatkan diri untuk berolahraga agar fisik tetap prima," ujar Cicilia saat berbincang hangat mengenai rutinitasnya.
Meski dari luar tampak selalu energik dan mampu menangani segalanya, Cicilia mengaku bahwa ia juga manusia biasa yang bisa merasakan titik jenuh. Sambil tertawa kecil, ia berkelakar bahwa intensitas kegiatannya terkadang melampaui batas kemampuan pahlawan super.
"Kelihatannya saja baik-baik saja, tapi faktanya terkadang sudah lelah dengan keadaan. Sepertinya Wonder Woman pun kalah kalau melihat jadwal saya," ungkapnya jenaka.
Kemandirian Cicilia tidak hanya terlihat dari etos kerjanya, tetapi juga dari kehidupan pribadinya. Ia dikenal cukup tertutup dan jarang mengumbar masalah asmara di media sosial. Saat ini, perempuan ramah ini mengonfirmasi bahwa dirinya berstatus single. Meski begitu, ia tidak ingin terburu-buru dalam urusan hati.
Ia mengakui ada harapan untuk segera dipertemukan dengan belahan jiwa yang tepat. Namun, pengalaman hidup membuatnya lebih bijak dan selektif dalam memilih pendamping hidup demi masa depan yang lebih baik.
"Semoga dalam waktu dekat dipertemukan dengan belahan hati. Saya tidak ingin buru-buru karena takut salah memilih pasangan hidup," tutupnya sambil tersipu.
Kisah Cicilia menjadi representasi perempuan modern di Manado yang berani mengejar karier tanpa meninggalkan jati diri dan hobinya, sembari tetap rendah hati menghadapi dinamika kehidupan.