Kondisi keuangan keluarganya yang terbilang pas-pasan, tidak mematahkan semangat Jack Ye muda untuk melanjutkan studi di Manajemen Ekonomi di Zhongnan University of Economics and Law di China.
Setelah lulus, Jack Ye pindah ke Provinsi Guangdong dan mulai bekerja sebagai sales di toko pipa baja.
Sambil bekerja, pemilik Miniso itu juga mengasah keahliannya dalam berbisnis dengan menjual berbagai produk aksesoris dan kerajinan tangan.
Miniso bukanlah toko pertamanya. Jack Ye sebelumnya pernah mendirikan bisnis perdananya bernama 'Arayaya' yang kemudian bangkrut.
Padahal, mayoritas produk di toko itu hanya dijual sangat murah untuk ukuran masyarakat lokal China, yakni seharga 10 yuan atau sekitar Rp20.000-an.
Kala itu, tren pembelian baru konsumen di China lebih menginginkan produk dengan berkualitas tinggi dan tak terlalu melihat soal harga murah produk-produk toko milik Jack Ye.
Miniso Berasal dari Imajinasi Liar Jack Ye
Toko-toko ritel barang yang kini menjamur di Indonesia itu sebelumnya hanyalah imajinasi 'liar' dari Jack Ye.