Kartini Tomohon Ini Ungkap Perjuangan Wanita Masa Kini.

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Minggu, 21 April 2024 | 19:17 WIB
Angely Wuisan, Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon Unima. (Istimewa)
Angely Wuisan, Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon Unima. (Istimewa)

SulutZone.com - Pada 21 April, kita merayakan Hari Kartini, hari yang diperingati untuk menghargai jasa R.A. Kartini, pahlawan nasional Indonesia yang telah berjuang untuk kesetaraan gender, khususnya dalam bidang pendidikan.

Pada media ini, dalam momen ini, Angely Wuisan, Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon Universitas Negeri Manado (IMT Unima), memberikan refleksinya tentang peran perempuan dalam dunia pendidikan. Minggu, (21/04/2024)

"Hari Kartini adalah momen penting untuk merenungkan kemajuan peran perempuan dalam dunia pendidikan sebagai mahasiswa," kata Wuisan.

Baca Juga: Jemaat GMIM Syalom Tumatangtang Berusia 177 Tahun

"Di zaman sekarang, perempuan telah mengukir prestasi luar biasa di bidang pendidikan, bahkan menjadi mahasiswa yang berprestasi di berbagai disiplin ilmu." tambahnya.

Ia mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri, perempuan telah meraih banyak kemajuan dalam bidang pendidikan.

Wuisan mengakui bahwa meskipun ada tantangan seperti stereotip yang telah melekat dalam pandangan terhadap perempuan, banyak perempuan saat ini memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan tinggi dan kesempatan untuk meraih mimpi mereka.

Ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan Kartini telah membuahkan hasil. Namun, perjuangan tersebut belum selesai.

"Ini adalah peringatan untuk terus mendukung kesetaraan gender dalam pendidikan dan memberdayakan perempuan untuk meraih potensi penuh mereka," lanjut Wuisan.

Baca Juga: Ini Ungkapan Mokorimban di HUT Jemaat Syalom Tumatangtang.

"Oleh karena itu, perjuangan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perempuan harus terus dilakukan, sebagai bagian dari warisan Kartini yang terus kita perjuangkan

Pesan Wuisan ini penting, tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga bagi semua pihak yang berkepentingan dalam pendidikan.

Menyadari bahwa ada tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam pendidikan, baik itu akses, stereotip, atau tantangan lainnya, adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan merata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketua Bemnus Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Senin, 26 Januari 2026 | 11:58 WIB
X