SULUTZONE.COM -- Jordi Amat, seorang pemain sepak bola terkenal yang saat ini bermain untuk klub Johor Darul Takzim, telah mendapatkan sebuah gelar kebangsaan yang mengangkatnya menjadi Pangeran Siau.
Gelar kebangsaan ini diberikan atas pengakuan atas keturunan bangsawan Jordi Amat dari Kerajaan Siau di Sulawesi Utara.
Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN) secara resmi memberikan gelar Pangeran kepada Jordi Amat sebagai penghormatan atas dedikasinya dalam dunia sepak bola dan sebagai pengakuan atas keturunan bangsawan yang dimilikinya. Jordi Amat kini menyandang gelar lengkap "Yang Mulia Pangeran Jordi Amat Maas".
Baca Juga: Kapolri Sigit Prabowo Pastikan Kelancaran Arus Balik Lebaran
Jordi Amat juga diakui sebagai generasi ketiga (cucu) dari Raja M.D Kansil, yang memerintah Kerajaan Siau dari tahun 1895 hingga 1909. Hal ini menambah nilai kebangsawanan dalam gelar yang diberikan kepadanya.
Proses penerimaan gelar kebangsaan ini menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi Jordi Amat dalam dunia sepak bola. Selain menjadi pemain yang sukses, Jordi Amat juga telah mengungkapkan kebanggaannya atas keturunan bangsawannya dan berkomitmen untuk membawa kehormatan bagi Kerajaan Siau dan Indonesia.
Jordi Amat telah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan ini dan menyatakan bahwa gelar kebangsaan ini akan menjadi motivasi baginya untuk terus berprestasi dalam karir sepak bolanya. Ia berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam memajukan sepak bola Indonesia dan memperkuat hubungan budaya antara Spanyol, negara asalnya, dan Indonesia.
Baca Juga: Edar Narkoba, Dua Tersangka Diamankan Polresta Manado
Gelar kebangsaan yang diterima oleh Jordi Amat juga menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai budaya dan latar belakang bangsa. Hal ini memperkaya warisan kebangsaan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang olahraga.
Dengan gelar Pangeran Siau yang diberikan kepadanya, Jordi Amat menjadi salah satu contoh inspiratif tentang bagaimana sepak bola dapat membuka pintu bagi pengakuan budaya dan menghormati warisan kebangsaan.
(David Lombogia)
Artikel Terkait
Dari Gemerlap Sepak Bola ke Pintu Klub Striptis: Kisah Hidup Van Beukering
Kerjasama Jusak Kereh-Audy Karamoy, Percasi Minahasa Gelar Lomba Catur
Derby Pineleng Petik Gol Besar, Hasil Imbang 5:5 Diraih Kedua Tim "Kaki Bantik" di Laga Lanjutan TF-PKB GMIM di Bitung
Sejarah Pertemuan Chelsea vs Liverpool: Pertandingan Sengit Liga Champions 2009
Wakil Ketua PB Percasi YSK Buka Secara Resmi Turnamen Catur, Peringati 100 Tahun POR Maesa
Jonatan Christie, Juara Tunggal Putra Badminton Asia Championship 2024
Bayer Leverkusen Mengejar Sejarah: Pertandingan Penentu Melawan Werder Bremen
Persiapan Tidak Sempurna, Timnas Indonesia U-23 Menantang Qatar di Piala Asia U-23
Beberapa Fakta Bayer Leverkusen Juara Bundesliga 2023/2024
Babak Baru Bundesliga: Leverkusen Menghentikan Dominasi Bayern Muenchen