Merdeka Pikiran: Refleksi Hari Kartini Menurut Ria Watulingas

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Minggu, 21 April 2024 | 16:13 WIB
Ria Watulingas, dikenal sebagai aktivis perempuan . (Istimewa)
Ria Watulingas, dikenal sebagai aktivis perempuan . (Istimewa)

SulutZone.com - Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April, telah menjadi simbol perjuangan emansipasi wanita di Indonesia.

Di balik keceriaan perayaan, ada makna mendalam yang terkandung dalam hari ini.

Pada media ini, Ria Watulingas, seorang aktivis dari Kota Tomohon dan juga pengurus pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), merangkum pesan tersebut dalam kalimat sederhana namun penuh arti, Minggu, (21/04/2024).

Baca Juga: Syalom Mokorimban: Bangkitlah Kartini Masa Kini

"Perempuan, pertama-tama harus merdeka atas pikirannya sendiri. Ia harus bisa melepaskan diri dari kepelbagaian belenggu kelam warisan sejarah. Hanya dengan demikian, ia bisa menentukan pilihannya; pendidikannya, karirnya, dan hidupnya di masa depan," ungkap Ria.

Pikiran merdeka, menurut Ria, adalah prasyarat utama bagi perempuan untuk mencapai emansipasi.

Untuk bisa memilih pendidikan, karir, dan masa depannya sendiri, seorang perempuan harus pertama-tama merdeka dalam berpikir.

Ria menekankan bahwa belenggu kelam warisan sejarah yang dia sebut bukanlah hanya tentang penindasan fisik, tapi juga tentang stereotip, stigma, dan norma sosial yang membatasi perempuan.

Untuk merdeka, perempuan harus bisa melepaskan diri dari semua belenggu itu. Merdeka berpikir bagi perempuan juga berarti memiliki keberanian untuk melawan diskriminasi dan ketidakadilan yang masih dialami oleh perempuan di banyak aspek kehidupan.

Baca Juga: MJLW Terlihat Pada Sejumlah Pangkalan Ojek di Tomohon

Ria berharap bahwa pesan ini akan menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia, khususnya generasi muda, untuk terus berjuang atas hak-hak mereka.

Ria juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk merdeka berpikir tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tapi juga seluruh masyarakat.

Semua pihak harus mendukung dan memberikan ruang bagi perempuan untuk merdeka dalam berpikir dan membuat keputusan atas hidup mereka sendiri.

"Merdeka berpikir adalah hak setiap perempuan, dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk mendukung perjuangan ini," tutur Ria.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketua Bemnus Tolak Pilkada Dipilih DPRD

Senin, 26 Januari 2026 | 11:58 WIB
X