Sehingga membuat si 'bapak' ini emosional dan diduga ada yang menangis.
Karena pertengkaran ini, si 'bapak' duluan pulang diduga naik pesawat bersama dengan ajudan yang diduga kuat menghasut yaitu inisial D.
Baca Juga: Bharada E : Yosua Terjatuh, Ferdy Sambo Kokang Senjata dan Tembak Brigadir J
Di tanggal 7, Brigadir J masih mendapat ancaman, yaitu 'apabila naik ke atas' maka Brigadir J akan dihabisi atau dibunuh.
"Dia telepon lagi sang kekasih, bahwa dia akan dibunuh apabila naik ke atas," tuturnya.
Namun, sang kekasih tidak bertanya apakah maksudnya perkataan tentang 'nai ke atas ini'.
Baca Juga: Begini Detik-Detik Penembakan Brigadir J yang Diungkap Bharada E Dipersidangan
Besoknya tanggal 8 mereka balik ke Jakarta. Si 'bapak', sudah menunggu di rumah, padahal harusnya 'bapak' ada dikantor karena saat itu jam kantor.
Setelah sampai di rumah dan beres-beres, kemudian diduga ada penyiksaan saat itu.
Dipatah-patahin jari-jarinya, kakinya, tangannya, kemudian bahunya dihajar hingga menjadi luka menganga.
"Kemudian ditembak disini tembus dibagian bibir bawah. Ditembak dari belakang tembus ke bagian hidung depan"ungkapnya.
"Ditembak dadanya lurus ke belakang, ada luka disini dibagian lipatan kaki sehingga ada rembesan darah. Kemudian di bahu kanan dan kiri banyak sekali luka," ucapnya.
Kamaruddin mengatakan, padahal menurut Karopenmas Polri, dia hanya ditembak 5 kali dan yang kena sasaran hanya 4.
Baca Juga: Semakin Dekat! Pulau Jawa Terbelah Menjadi Dua Bagian Tahun 2023, Menurut Ramalan Jayabaya