Sulut Tanggap Darurat! Gubernur Yulius Selvanus Instruksikan Gerak Cepat Pasca Gempa M 7,6

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 2 April 2026 | 11:58 WIB
Koni Manado jadi Salah saru lokasi terparah yang diakibatkan Gempah M 7,6 (Dok. Dede/Sulutzone.com)
Koni Manado jadi Salah saru lokasi terparah yang diakibatkan Gempah M 7,6 (Dok. Dede/Sulutzone.com)

MANADO, SulutZone – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bumi Nyiur Melambai pada Kamis (2/4/2026) pagi.

​Di bawah komando Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, protokol tanggap darurat langsung diaktifkan guna meminimalisir dampak serta memastikan keselamatan warga di 15 kabupaten/kota.

Peringatan Tsunami dan Laporan Korban

​Gempa yang berpusat di 129 km Tenggara Kota Bitung tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Data mencatat adanya kenaikan permukaan air laut di Halmahera Barat setinggi 0,3 meter dan di Kota Bitung setinggi 0,2 meter.

​Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan satu orang warga di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gubernur Yulius secara khusus telah menginstruksikan jajarannya untuk memberikan bantuan maksimal kepada keluarga korban.

5 Langkah Strategis Pemprov Sulut

​Guna menangani dampak bencana secara sistematis, Pemprov Sulut telah menjalankan lima langkah strategis:

Aktivasi Posko Darurat: Mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk pemantauan situasi terkini secara real-time.

Sinergi Lintas Sektoral: Melakukan koordinasi intensif dengan BMKG, BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta unsur TNI/Polri untuk proses evakuasi dan pengamanan wilayah.

Evakuasi Wilayah Pesisir: Instruksi tegas kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengarahkan warga di pesisir ke titik aman dan menyediakan tempat pengungsian yang layak.

Pendataan Kerusakan: Tim di lapangan tengah mendata kerusakan infrastruktur. Laporan awal menunjukkan kerusakan pada fasilitas publik seperti Kantor Walikota Manado, RS Bethesda Tomohon, rumah ibadah, serta pemukiman warga di Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

​Komunikasi Publik: Mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan, serta tidak menelan informasi hoaks.

Laporan ke Pusat

​Gubernur Yulius Selvanus juga telah melaporkan situasi darurat ini secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri RI. Saat ini, pendataan menyeluruh masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak untuk memastikan langkah pemulihan yang tepat sasaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X