Pada akhirnya, Hadinagoro menyimpulkan bahwa ide meninjau ulang bailout BCA bukanlah hal yang sesat.
"Yang sesat justru jika kita menutup mata terhadap sejarah penggunaan uang negara. Kalau rakyat membayar ratusan triliun lewat APBN, sementara keuntungan hanya dinikmati segelintir orang, itu baru namanya sesat," pungkasnya.
Ia menekankan bahwa transparansi dan keberanian mengoreksi masa lalu akan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.