Manado, 11 Maret 2026 – Dalam suasana bulan suci Ramadhan 1447 H yang penuh keberkahan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado kembali menebar kebaikan.
Melalui program Light Up The Dream (LUTD), PLN mewujudkan mimpi 31 keluarga prasejahtera untuk memiliki akses listrik mandiri secara gratis, Rabu (04/03).
Program "Light Up The Dream" merupakan inisiatif mulia yang lahir dari donasi sukarela pegawai PLN. Berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, program ini menyasar warga yang selama ini belum memiliki meteran listrik sendiri atau masih menyambung dari tetangga karena keterbatasan ekonomi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata bahwa misi PLN tidak hanya sekadar menjalankan bisnis kelistrikan, tetapi juga membawa misi kemanusiaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa energi listrik tidak hanya menjadi komoditas, tetapi menjadi jembatan kesejahteraan. Melalui Light Up The Dream, insan PLN menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama. Kami berharap, dengan masuknya listrik dapat membawa manfaat besar untuk penerima" tegas Usman.
Prosesi penyalaan serentak dilakukan langsung di lokasi rumah pelanggan oleh Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Maman Sulaeman, didampingi Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, beserta jajaran manajemen Unit Layanan Pelanggan (ULP).
Dalam kesempatan tersebut, Maman Sulaeman menyampaikan bahwa momentum ini adalah waktu yang tepat bagi insan PLN untuk berbagi. Dari total target, sebanyak 11 pelanggan telah resmi dinyalakan hari ini sebagai tahap awal penyalaan serentak.
"Harapannya, kehadiran listrik ini dapat menopang aktivitas ekonomi keluarga. Anak-anak bisa belajar lebih baik di malam hari, dan para ibu bisa memulai usaha kecil dari rumah," tambah Maman.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud gotong royong yang berkelanjutan.
"Ini adalah upaya pemerataan energi. Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat di wilayah kerja kami yang gelap gulita di malam hari hanya karena kendala biaya penyambungan. Listrik adalah hak dasar untuk kehidupan yang lebih layak," jelas Revi.
Suasana haru menyelimuti momen penyalaan di Desa Wori. Ibu Susanti, salah satu penerima bantuan, tak kuasa menahan air mata saat lampu di rumahnya menyala untuk pertama kalinya melalui meteran sendiri. Selama puluhan tahun, ia harus berbagi listrik dengan tetangga dan membayar biaya tetap sebesar Rp 60.000 setiap bulan untuk akses yang sangat terbatas.
"Puluhan tahun saya hanya 'menumpang' listrik. Sekarang, berkat kebaikan bapak-bapak PLN, saya punya meteran sendiri. Biayanya pasti lebih hemat dan saya tidak perlu merasa sungkan lagi. Terima kasih PLN, semoga seluruh pegawainya diberkahi, terutama dalam bulan puasa ini," ungkap Susanti penuh syukur.
Artikel Terkait
BPJN Sulut Gerak Cepat Tambal Lubang di Ring Road I Usai Viral, Termasuk di Misio Dei Winangun Atas
Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci, PLN UID Suluttenggo Berbagi Berkah Ramadhan di Kabupaten Banggai Bersama Anak Yatim dan Guru Pengajian
Tatap Muka di Boltim, Gubernur Yulius Selvanus Ungkap Rahasia di Balik Kemajuan Daerah yang Sesungguhnya
Blusukan ke Lapak Pasar Tutuyan, Gubernur Yulius Selvanus Beri Peringatan Tegas soal Harga Pangan
Perkuat Silaturahmi, Richard Sualang Hadiri Buka Puasa Bersama FKUB di Masjid Nurul Huda
Dandim 1312/Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Samrat 2026
Babinsa Koramil 1312-03/Beo, Serda Pestus Papia Membantu Warga Desa Tarohan Ambil Material untuk Pembuatan Rumah
Hidupkan Gotong- Royong Babinsa Koramil 1312-02/Lirung, Sertu Seprianus Sanggamele Bersama Warga Kerja Bakti Angkut Pasir Untuk Pembangunan Gereja
Kisah Sensasional Bodø/Glimt: Klub dari Kota Kecil Norwegia Mengguncang Liga Champions
Hormati Hari Raya Keagamaan, DPRD Sulut Tegaskan Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup