Dampak Kunjungan Presiden: Semangat Petugas PLN Terlecut, Pemulihan Kelistrikan Aceh Melonjak ke 93 Persen

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 8 Desember 2025 | 23:50 WIB
Petugas PLN ketika memperbaiki salah satu jaringan distribusi tegangan menengah yang sempat terdampak bencana di Aceh. (Ist/PLN)
Petugas PLN ketika memperbaiki salah satu jaringan distribusi tegangan menengah yang sempat terdampak bencana di Aceh. (Ist/PLN)

Aceh, Sulutzone.com – Kehadiran langsung pimpinan negara di wilayah bencana terbukti memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para petugas di lapangan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Aceh menjadi faktor kunci lonjakan progres pemulihan kelistrikan.

​Menurut Darmawan, dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden memberikan penyemangat luar biasa bagi seluruh tim PLN yang telah berhari-hari bekerja non-stop. Petugas PLN menghadapi medan dan cuaca yang ekstrem, yang tentu saja menyebabkan kelelahan fisik dan mental.

​Namun, Darmawan menjelaskan bahwa dukungan tersebut berhasil mengubah kelelahan menjadi energi tambahan. "Rasa lelah tersebut berubah menjadi semangat. Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin," kata Darmawan, menggambarkan dampak psikologis positif dari perhatian pimpinan tertinggi.

Baca Juga: Cepat Tanggap Bencana Aceh, Presiden Prabowo Apresiasi Kolaborasi PLN dan Lintas Sektoral

​Dampak nyata dari dorongan moral ini tercermin pada peningkatan angka pemulihan. Progres kelistrikan Aceh berhasil meningkat signifikan, dari yang sebelumnya 81 persen melonjak tajam menjadi 93 persen dalam waktu yang relatif singkat setelah kunjungan dan arahan Presiden.

​Meskipun telah mencapai 93 persen pemulihan, upaya PLN belum berakhir. Darmawan Prasodjo menjabarkan bahwa untuk membuat sistem kelistrikan Aceh andal seperti sedia kala, masih dibutuhkan proses lanjutan yang penting, yaitu sinkronisasi sistem.

​"Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh," jelas Darmawan. Proses sinkronisasi ini sangat penting dilakukan untuk mengeliminasi potensi pemadaman bergilir di masa depan, sehingga sistem kelistrikan Aceh dapat benar-benar pulih total.

Dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X