Inflasi IHK Mei 2024 Tetap Terjaga dalam Kisaran Sasaran dengan Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Rabu, 5 Juni 2024 | 08:59 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)

SulutZone.com - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2024 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa inflasi IHK pada bulan tersebut mengalami deflasi sebesar 0,03% (mtm), sehingga secara tahunan mengalami penurunan menjadi 2,84% (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,00% (yoy).

Konsistensi kebijakan moneter serta sinergi yang erat dalam pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) turut berkontribusi dalam menjaga inflasi pada level yang terkendali.

Baca Juga: Ini Dia Terobosan Baru All New Honda Beat

Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang diperkuat di berbagai daerah juga menjadi faktor penting dalam mencapai stabilitas inflasi.

Inflasi inti pada bulan Mei 2024 juga tetap terjaga dengan baik. Data menunjukkan bahwa inflasi inti tercatat sebesar 0,17% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,29% (mtm).

Penurunan inflasi inti ini didorong oleh normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri dan tengah berlanjutnya peningkatan harga komoditas global.

Baca Juga: Gelar Pesta Miras Bersama Laki-laki di Mapanget, Perempuan 19 Tahun Dicabuli Tuan Rumah

Realisasi inflasi inti pada bulan Mei 2024 disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan, gula pasir, kue kering berminyak, dan biaya sewa rumah.

Secara tahunan, inflasi inti pada bulan Mei 2024 tercatat sebesar 1,93% (yoy), mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya sebesar 1,82% (yoy).

Di sisi lain, kelompok volatile food mencatat deflasi pada bulan Mei 2024 sebesar 0,69% (mtm), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,31% (mtm).

Baca Juga: Polres Manado Amankan 11 Kendaraan, Ini Alasannya

Deflasi pada kelompok volatile food terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan cabai rawit.

Faktor-faktor ini dipengaruhi oleh masih berlangsungnya musim panen dan penurunan harga pakan untuk komoditas daging ayam ras.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X