Masyarakat Sulawesi Utara, kata YSK, terus merawat kehidupan sosial yang rukun, aman, dan damai lewat penerapan nilai gotong royong Mapalus serta falsafah pemersatu Torang Samua Basudara. Falsafah luhur Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi, Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain), juga terus dipegang sebagai kompas moral bangsa.
Menutup pidatonya, YSK mengajak seluruh komponen pembangunan dan lapisan masyarakat menjadikan perjalanan 62 tahun ini sebagai pijakan kokoh untuk melangkah ke depan. Sulawesi Utara dipastikan akan terus melaju secara kolektif demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
"Kita jadikan perjalanan 62 tahun ini sebagai pijakan menghadapi tantangan masa depan. Sulawesi Utara harus tetap berdiri teguh, tidak gentar, dan terus melaju," pungkas YSK.
***/Dede