sulut

Dihadapan Puluhan Awak Media, Gubernur Yulius Selvanus : Kami Tidak Tidur Kawan-kawan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:45 WIB
Gubernut Sulut Yulius Selvanus Gelar Coffe Morning bersama Awak Media (Dede/sulutzone.com)

Manado — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, S.E., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot perekonomian serta menekan angka pengangguran dan kelompok usia muda yang tidak bersekerja, berpendidikan, maupun bersertifikasi (Not in Employment, Education, or Training / NEET) di wilayahnya.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan Coffee Morning bersama awak media yang meliput di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, bertempat di Graha Gubernuran, hari ini.

​Menanggapi sorotan publik mengenai data indikator NEET di Sulawesi Utara yang terbilang tinggi dibanding rata-rata nasional, Yulius meminta agar parameter tersebut dinilai secara menyeluruh dan obyektif. Menurutnya, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan pemerintah daerah pasif atau tidak bekerja.

​"Soal NEET ini tidak bisa dipukul rata. Ada anggapan seolah-olah gubernur tidak bikin apa-apa karena angkanya di atas rata-rata nasional. Tentu tidak demikian. Banyak faktor di lapangan, seperti fase jeda setelah selesai pendidikan, transisi menikah, hingga masa tunggu masuk dunia kerja," ujar Yulius.

​Gubernur juga menyinggung perihal dinamika jadwal pendataan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang fluktuatif. Ia menggarisbawahi bahwa survei bisa saja bertepatan dengan momen transisi ketika responden baru menyelesaikan pelatihan kerja atau belum memulai masa aktif bekerja.

Baca Juga: Kucuran Tambahan DAU Cair, Gubernur YSK Kirim Doa Khusus Buat Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Yulius memaparkan perbandingan antara data NEET dengan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat. Menurutnya, realita di lapangan menunjukkan bahwa indikator perekonomian Sulut tetap solid.


​"Jika dilihat di lapangan, hal itu berbanding terbalik dengan Rasio Gini (Gini Ratio) Sulawesi Utara yang tercatat sangat kecil. Ini membuktikan bahwa tingkat kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat kita tergolong rendah," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya menyandingkan data Pertumbuhan Ekonomi (LPE/GDT) dengan NEET untuk mendapatkan potret ekonomi daerah yang utuh.


​Di akhir penyampaiannya, Yulius menegaskan bahwa Pemprov Sulut terus bekerja ekstra demi mendorong kesejahteraan masyarakat dan menghidupkan sektor-sektor produktif.


​"Kami tidak tidur, kawan-kawan. Sehari paling saya cuma tidur dua jam demi memikirkan dan bekerja untuk Sulawesi Utara," pungkasnya.


​Kegiatan Coffee Morning ini berlangsung hangat dan menjadi ruang dialog interaktif antara jajaran Pemprov Sulut dan insan pers guna memperkuat transparansi informasi publik.

***

Tags

Terkini