RINGKASAN BERITA
-
Dukungan & Sponsorship: Ketua Panitia Pelaksana, Luky Sugeha, menegaskan bahwa Tidar Sulawesi Utara bertindak murni sebagai pihak sponsorship dalam ajang Open Tournament Tidar Drag Race & Drag Bike 2026.
-
Penyelenggara Utama: Kegiatan otomotif yang memakan korban jiwa ini secara teknis dan struktural diselenggarakan oleh Dewan Penasehat Mudacaraka.
-
Tanggung Jawab & Pendampingan: Tidar Sulut tetap memberikan support penuh bersama panitia dalam menangani seluruh korban meninggal dunia, korban perawatan di RSUP Kandou Manado, hingga korban di rumah sakit setempat.
-
Olah TKP Korlantas Polri: Panitia kooperatif mendampingi tim Korlantas Polri memeriksa kondisi fisik lintasan, titik pengereman, hingga point of impact.
KOTAMOBAGU, Sulutzone.com — Di tengah sorotan publik pascainsiden maut pada ajang Kejurda Open Tournament Tidar Drag Race & Drag Bike 2026 di sirkuit nonpermanen Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Ketua Panitia Pelaksana Luky Sugeha memberikan klarifikasi mendasar mengenai struktur kepanitiaan dan keterlibatan entitas pendukung.
Luky meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait peran Tidar Sulawesi Utara dalam event otomotif yang menelan 8 korban jiwa dan mencederai belasan orang tersebut. Menurutnya, Tidar Sulut bukanlah panitia penyelenggara teknis, melainkan murni pihak sponsor.
Mudacaraka Penyelenggara Utama, Tidar Sulut Murni Sponsor
Luky menjelaskan bahwa kegiatan balap ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Dewan Penasehat Mudacaraka, sedangkan Tidar bertindak sebagai mitra pendukung acara.
"Untuk Tidar itu adalah bagian dari sponsorship. Jadi Tidar ini mensponsori kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Penasehat Mudacaraka. Alhamdulillah support dari Tidar itu luar biasa," tegas Luky saat memberikan konfirmasi.
Luky menambahkan bahwa meski berstatus sebagai sponsor, Tidar Sulut memberikan kepedulian dan tanggung jawab moral yang besar terhadap penanganan para korban pascakecekaan.
"Atas nama kami panitia, [penanganan] sudah berhubungan dengan pihak korban—baik yang di Manado, yang dirawat di sini, maupun korban meninggal dunia—tak lepas dari support dari Tidar Sulawesi Utara," terangnya.
Pendampingan Medis dan Santunan Korban
Mengenai penanganan korban, panitia pelaksana memastikan telah mendatangi seluruh rumah duka korban meninggal dunia untuk menyerahkan santunan awal, serta menyokong kebutuhan acara takziah bersama jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu.
Selain itu, bagi 4 korban luka berat yang dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, panitia menyiagakan tim pendamping khusus dan dokter guna mengawal proses perawatan serta membantu seluruh biaya operasional keluarga pasien selama di rumah sakit. Korban yang dirawat di rumah sakit setempat pun tak lepas dari pendampingan penuh.
Kooperatif Dampingi Korlantas Polri dalam Olah TKP
Terkait pengusutan hukum yang kini ditarik ke Polda Sulawesi Utara, Luky menyatakan sikap sangat kooperatif. Ia turun langsung mendampingi tim Korlantas Polri dan Satlantas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara teknis di lokasi lintasan balap.
"Saya tadi ditelepon oleh Kasat Lantas untuk mendampingi karena ada beberapa hal yang diminta penjelasan dari pihak Korlantas Polri. Mengenai panjang lintasan, jarak pengereman, kemudian titik pis (point of impact) dari pembalap. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar saat pelaksanaan tadi sore," pungkas Luky.