sulut

Setelah Isu NEET dan Jalan Rusak Ramai di Medsos, Dua Kadis Era Lama Dimutasi ke Perhubungan dan Disnakertrans

Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:49 WIB
Dua Pejabat Dirotasi. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, S.E., saat melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado. (Istimewa/Pemprov Sulut)

Manado, SULUTZONE– Gerbong mutasi besar kembali bergulir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut). Langkah penyegaran birokrasi ini terjadi di tengah sorotan publik yang gencar memperbincangkan isu pengangguran muda atau Not in Education, Employment, or Training (NEET) serta persoalan infrastruktur jalan rusak yang sempat membanjiri berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, S.E., secara resmi melantik dan mengambil sumpah tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (5/8/2026).

Dalam pergeseran kali ini, dua kepala dinas dari periode pemerintahan sebelumnya yang memegang sektor krusial turut mengalami pergeseran posisi. Femmy Suluh yang sebelumnya memimpin Dinas Pendidikan Daerah kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sementara itu, Deicy Paath yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)—sektor yang kerap disorot terkait infrastruktur dan jalan rusak—kini dipercaya memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut. Adapun posisi Kepala Dinas Pendidikan Daerah kini dipercayakan kepada Yahya Rondonuwu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Sulut.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Kadis Pendidikan Sulut Yahya Rondonuwu Siap Tuntaskan Tantangan Sektor Pendidikan

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa rotasi dan perpindahan jabatan merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) guna memperkuat organisasi serta menjawab tantangan dan kebutuhan riil masyarakat saat ini.

"The right man on the right place selalu menjadi pedoman. Pergantian jabatan, kenaikan pangkat maupun perpindahan tugas adalah hal yang biasa dalam perjalanan karier. Tidak ada yang luar biasa," tegas Gubernur.

Gubernur meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menunjukkan kinerja nyata di tengah berbagai sorotan publik, termasuk tantangan sektor ketenagakerjaan dan transportasi darat-laut di Bumi Nyiur Melambai.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Pemprov Sulut Bergulir, Yulius Selvanus Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama

Secara khusus, Gubernur memberikan pekerjaan rumah (PR) strategis kepada kedua pejabat tersebut:

  • Optimalisasi Sektor Perhubungan: Femmy Suluh diminta segera memaksimalkan aset daerah seperti terminal dan kapal milik Pemprov Sulut. Gubernur menyoroti masih mangkraknya optimalisasi kapal pemerintah yang menelan biaya docking hingga lebih dari Rp1 miliar per tahun, padahal sektor ini berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

  • Pembenahan Ketenagakerjaan dan Pengentasan Pengangguran: Deicy Paath dihadapkan pada tugas berat di Disnakertrans, khususnya dalam membenahi Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini dinilai mendesak di tengah isu tingginya angka Not in Education, Employment, or Training (NEET) di kalangan muda, sehingga fasilitas pelatihan, pendidikan, dan asrama peserta harus dikelola secara disiplin untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan agar para pejabat tetap fokus bekerja dengan integritas tinggi di mana pun mereka ditempatkan untuk melayani masyarakat Sulawesi Utara secara optimal.

Tags

Terkini