Manado, SULUTZONE– Gerbong mutasi kembali bergulir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut). Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, S.E., secara resmi melantik dan mengambil sumpah tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (5/8/2026).
Dalam pergeseran kali ini, Yahya Rondonuwu dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, menggantikan Femmy Suluh yang kini mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sementara itu, Deicy Paath yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kini dipercaya memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa rotasi dan perpindahan jabatan merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) guna memperkuat organisasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintahan.
"The right man on the right place selalu menjadi pedoman. Pergantian jabatan, kenaikan pangkat maupun perpindahan tugas adalah hal yang biasa dalam perjalanan karier. Tidak ada yang luar biasa," tegas Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan agar setiap penugasan tidak dipandang sebagai bentuk penghargaan ataupun hukuman, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kepemimpinan. Ia meminta seluruh pejabat menunjukkan kinerja terbaik berlandaskan integritas dan tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan sejumlah catatan penting dan pekerjaan rumah kepada pejabat yang baru dilantik:
-
Optimalisasi Sektor Perhubungan: Femmy Suluh diminta segera memaksimalkan aset daerah seperti terminal dan kapal milik Pemprov Sulut untuk meningkatkan pelayanan transportasi sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur menyoroti anggaran docking dan pemeliharaan kapal yang mencapai lebih dari Rp1 miliar per tahun sehingga tidak boleh dibiarkan menganggur.
-
Pengelolaan BLK secara Profesional: Deicy Paath diminta memberikan perhatian serius terhadap Balai Latihan Kerja (BLK) agar fasilitas pelatihan dan asrama peserta dikelola secara disiplin untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.
Menutup arahannya, Gubernur mengibaratkan aparatur berkualitas seperti intan berlian yang akan tetap bernilai di mana pun mereka ditempatkan untuk melayani masyarakat Sulawesi Utara.