BOYOLALI – Indonesia memperingati Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026 dengan semangat transformasi yang kuat.
Mengusung tema "Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan Menuju Indonesia Emas 2045", puncak peringatan tahun ini dipusatkan di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pemilihan Boyolali sebagai tuan rumah didasari atas keberhasilan kabupaten tersebut dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pengembangan potensi lokal yang berbasis kearifan budaya. Penetapan hari besar ini sendiri mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2024, sebagai bentuk penghormatan atas lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Momentum Penguatan Kemandirian Desa
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diisi dengan berbagai agenda strategis, di antaranya:
-
Penghargaan Desa Berprestasi: Apresiasi bagi desa-desa dengan inovasi pembangunan terbaik di tingkat nasional.
-
Deklarasi Boyolali: Komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk memajukan desa secara berkelanjutan.
-
Ekspo UMKM: Pameran produk unggulan dan pagelaran seni budaya yang menampilkan kekayaan identitas desa-desa di Indonesia.
Baca Juga: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Refleksi Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto
Harapan dari Sulawesi Utara: Tata Kelola Bersih dan Inovatif
Peringatan ini juga mendapat perhatian khusus dari Sulawesi Utara. Herol Vresly Kaawoan (HVK), Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sekaligus Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan desa.
Ia berharap momentum tahun 2026 ini menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola keuangan desa.
“Kita ingin desa semakin maju dan pemberdayaan berjalan optimal. Namun yang paling penting, tidak boleh ada lagi kepala desa yang terjerat kasus hukum terkait penyalahgunaan kekuasaan atau korupsi dana desa,” tegas Herol.
Inspirasi Kolaborasi: Belajar dari BUMDes Bersama
Mantan Pimpinan Komisi 1 DPRD Sulut periode 2019-2024 tersebut juga membagikan kisah sukses dari Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Ia mencontohkan keberhasilan BUMDes Bersama di wilayah tersebut yang mampu membangun destinasi wisata baru dan menghasilkan pendapatan signifikan dalam waktu singkat melalui kolaborasi antar-desa.
“Desa memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Jika didukung oleh kolaborasi yang baik dan inovasi yang tepat, desa bukan lagi sekadar objek, melainkan subjek pembangunan yang mandiri dan inklusif,” tambahnya.
Menuju Desa Mandiri 2045
Hari Desa Nasional 2026 menegaskan kembali filosofi bahwa kemajuan bangsa Indonesia berakar dari kemajuan unit terkecilnya, yaitu desa. Dengan dukungan dana desa dan regulasi yang kuat, desa kini dipersiapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas di masa depan.