3. Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi (5,39%)
Meski ruang fiskal mengalami pengetatan, Pertumbuhan Ekonomi Sulut pada kuartal III 2025 tetap melonjak hingga 5,39% (yoy) . Pertumbuhan yang mengesankan ini didorong oleh:
A. Aktivitas Produksi dan Investasi:
-
Aktivitas produksi menunjukkan geliat, terbukti dari kenaikan pengadaan semen (3,88%) dan penjualan listrik (3,26%)—terutama dari konsumsi segmen industri sebesar 14,84%.
-
Neraca perdagangan Sulut mencatat surplus USD 299,27 juta , naik drastis 88,21%.
-
Investasi melesat: PMA naik 38,36% dan PMDN naik 95,15%. Peningkatan impor barang modal (199%) juga mencerminkan adanya ekspansi sektor usaha yang masif.
B. Mobilitas dan Pariwisata:
-
Sektor pariwisata bergairah dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara sebesar 22,83% .
-
Angkutan laut juga naik 20,57%, menjadi indikator peningkatan mobilitas barang dan orang.
-
Berbagai acara besar (TIFF, Forum Investasi Sulawesi Utara , seni, dan olahraga) semakin mendorong perekonomian lokal. Gubernur YSK bahkan aktif menyambut langsung kedatangan wisatawan internasional, termasuk turis asal Nanjing.
C. Konsumsi Masyarakat:
-
Daya beli masyarakat terjaga dengan pertumbuhan belanja perlindungan sosial sebesar 37,30% .
-
Kebijakan pengendalian harga komoditas pangan yang efektif berhasil menekan gejolak inflasi.
4. Struktur Ekonomi Sehat dan Berimbang
Berdasarkan PDRB Pengeluaran Triwulan III 2025, komposisi ekonomi Sulut menunjukkan kekeringan:
-
Konsumsi Rumah Tangga: 42,18% (Penggerak utama).