MANADO, sulutzone.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata.
Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Pariwisata yang dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 20-21 November 2025.
Kegiatan penting ini mengambil tempat di dua lokasi strategis, yakni Hotel Rogers dan Hotel Grand Puri Manado.
Fokus utama sertifikasi kali ini adalah pada Okupasi Waiter/Waitress yang bekerja di berbagai hotel, restoran, dan café yang ada di Kota Manado.
Acara sertifikasi ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Ibu Ester T.J. Mamangkey, SE, MM.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Ester T.J. Mamangkey didampingi langsung oleh Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan, Ibu Christiane N. Walalangi, S.Sos, beserta jajaran Dinas Pariwisata Kota Manado.
Kegiatan Sertifikasi Kompetensi ini bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia, yang dipimpin oleh Direktur Profesor DR. Bet El Silisna Lagarense, MM. Tour.
Keterlibatan LSP Pariwisata Bunaken Indonesia menjamin bahwa standar kompetensi yang diterapkan sesuai dengan pedoman profesional yang diakui.
Tujuan utama dari penyelenggaraan sertifikasi ini sangat jelas, yakni untuk meningkatkan SDM pariwisata di Kota Manado.
Dengan bertambahnya jumlah tenaga kerja pariwisata yang tersertifikasi, diharapkan kualitas pelayanan dan daya saing industri pariwisata Manado akan semakin meningkat.
"Peningkatan kualitas SDM ini sangat krusial, terutama bagi mereka yang berada di lini depan pelayanan seperti Waiter dan Waitress. Dengan sertifikasi, mereka tidak hanya memiliki pengakuan formal, tetapi juga kompetensi yang teruji, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pengalaman wisatawan yang datang ke Manado," ujar Esther Mamangkey.
Kegiatan ini menegaskan kembali keseriusan Pemkot Manado dalam memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.