Mereka khawatir para siswa akan terjebak dalam keramaian, kemacetan, atau bahkan terprovokasi hingga terlibat tindakan anarkis.
Manado memang dikenal sebagai kota yang tenang, tetapi bayang-bayang kekerasan di daerah lain membuat para pemimpin pendidikan tidak ingin mengambil risiko.
Kini, seluruh siswa dan mahasiswa tertahan di rumah masing-masing, menanti badai berlalu.
Pendidikan tetap berjalan, namun dari balik layar, di tengah ketegangan yang belum mereda.