sulut

Catatan Redaksi : Di Tengah Gelombang Bantuan Beras Gratis YSK, Sorotan Malah ke Sherly Tjoanda

Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:12 WIB
Sherly Tjoanda dan Yulius Selvanus (Istimewa)

Manado, Sulutzone.com – Saat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sibuk menyalurkan ribuan ton bantuan beras kepada warganya, sorotan publik justru beralih tajam pada kedatangan "Gubernur tercantik" Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di Manado pada Jumat (18/7/2025).

Kontras antara fokus pada kebutuhan dasar masyarakat dan euforia kehadiran seorang pejabat "selebriti" menjadi perbincangan.

Pada hari yang sama, Pemprov Sulut bersama Perum Bulog Kantor Wilayah SulutGorontalo mengumumkan penyaluran 2.773 ton beras gratis untuk periode Juni hingga Juli 2025.

Bantuan pangan cadangan pemerintah (CPP) ini ditujukan bagi 138.676 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di seluruh kabupaten dan kota di Sulut.

Juru Bicara Pemprov Sulut, Denny Mangala, menekankan program ini sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat rentan.

Distribusi beras ini disebut-sebut merata hingga ke wilayah kepulauan, dengan alokasi terbesar di Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Minahasa.

Namun, gaung bantuan beras yang semestinya menjadi kabar utama, seolah tenggelam oleh kedatangan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Kehadirannya di Manado, yang dijuluki sebagai "Gubernur tercantik," sontak menarik perhatian publik sejak setibanya di Bandara Internasional Sam Ratulangi.

Agenda utamanya adalah memenuhi undangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional XI untuk Seminar Nasional Manajemen Talenta, sebuah acara yang fokus pada pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Seminar yang dimulai pada Jumat sore pukul 14.00 WITA di Swiss-Belhotel Maleosan Manado ini dihadiri oleh para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta Kepala BKD/BKPP/BKPSDM dari wilayah kerja Kantor Regional XI BKN (Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo).

Para kepala daerah diharapkan menandatangani komitmen pembangunan sistem Manajemen Talenta.

Ironisnya, di tengah upaya pemerintah daerah Sulut untuk memastikan perut warganya terisi, fokus publik tampak lebih terpaku pada pesona dan aktivitas seorang pejabat dari provinsi tetangga.

Setelah menghadiri seminar, Sherly Tjoanda bahkan menyempatkan diri menyambangi Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Manado, menunjukkan perhatiannya pada para pelajar perantau.

Kesenjangan antara kebutuhan riil masyarakat akan pangan dan perhatian yang cenderung terpecah pada citra pejabat menjadi sorotan.

Seberapa efektifkah program bantuan pangan ini dapat dirasakan jika perhatian publik dan media justru lebih terpikat pada hal-hal yang bersifat superfisial? Pertanyaan ini mengemuka di tengah upaya pemerintah untuk menjamin hak dasar rakyat: pangan yang cukup, merata, dan layak.

Tags

Terkini