sulut

Imbas Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Terdampak?

Jumat, 4 April 2025 | 15:04 WIB
Presiden Amerika, Donald Trump Naikan Tarif Impor (Istimewa)

Jakarta, Indonesia - Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (3/4/2025) waktu Jakarta berpotensi memberikan pukulan berat bagi perekonomian Indonesia. AS memberlakukan tarif sebesar 32 persen untuk produk impor dari Indonesia, hanya selisih tipis dari tarif 34 persen yang dikenakan pada China. Bahkan, negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam menghadapi tarif yang lebih tinggi, masing-masing 36 persen dan 46 persen.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menyebut kebijakan ini sebagai "Hari Pembebasan" dan bertujuan untuk mengurangi defisit perdagangan AS dengan negara-negara mitra dagangnya. Ia menegaskan bahwa AS selama ini telah memberikan terlalu banyak subsidi kepada negara lain dan kini saatnya untuk mengutamakan kepentingan Amerika.

Tarif 32 persen ini diperkirakan akan memberikan tekanan signifikan pada kinerja ekspor Indonesia ke AS. Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa Amerika Serikat merupakan pasar utama bagi berbagai komoditas ekspor unggulan Indonesia, termasuk garmen, peralatan listrik, minyak sawit, alas kaki, dan produk perikanan.

Baca Juga: PT. Tridi Media Indonesia: Solusi Branding Digital Terpercaya untuk UMKM

Menanggapi kebijakan yang akan berlaku efektif mulai 9 April 2025 ini, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan segera melakukan perhitungan komprehensif mengenai dampaknya terhadap sektor-sektor terkait dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

"Pemerintah Indonesia akan segera menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor-sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," ujar Susiwijono pada Kamis (3/4/2025).

Lebih lanjut, pemerintah juga telah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk memitigasi risiko dan menjaga stabilitas ekonomi. Langkah-langkah tersebut meliputi upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung likuiditas pasar valuta asing.

Pemerintah Indonesia juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah AS dan mitra dagang lainnya. Rencana pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah AS tengah dipersiapkan. Selain itu, Indonesia bekerja sama dengan Malaysia, selaku Ketua ASEAN saat ini, untuk mencari solusi regional dalam menghadapi dampak tarif AS terhadap negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk segera melakukan deregulasi dan penyederhanaan berbagai aturan yang dinilai menghambat daya saing produk ekspor nasional. Upaya menarik investasi asing juga akan ditingkatkan guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan global yang meningkat.

Dengan waktu pemberlakuan tarif yang semakin dekat, pemerintah Indonesia dituntut untuk bergerak cepat dan efektif dalam mengimplementasikan langkah-langkah strategis agar daya saing produk ekspor nasional tetap terjaga di pasar global.

 

Tags

Terkini