Talaud, sulutzone.com - Proyek pembangunan Jalan Strategis Nasional, Ruas Jalan Beo-Melonguane, Beo-Rainis, Rainis-Esang, Rainis Melonguane, Yang Di Kerjakan PT Akas Dan PT Bina Marga, Asal Jadi Di Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara yang berbandrol ratusan Milyar Rupiah diduga dikerjakan secara serampangan dan asal jadi oleh PT. Anugerah Karya Agra Sentosa (AKAS).
Menyikapi hal ini Tokoh Masyarakat yang juga Mantan Aggota DPRD Talaud Hariono Bowonseet saat dihubungi wartawan Tribunpost.ID untuk dimintai tanggapannya (03/02/2025) sangat menyesalkan prilaku dari pihak pelaksana proyek yang terkesan hanya mengejar keuntungan semata ketimbang menjamin kepentingan masyarakat Talaud dalam mendapatkan fasilitas jalan dalam standar yang layak.
“Ini Kejahatan dan tak bisa dibiarkan di Talaud, Aparat Penegak Hukum wajib menangkap para tengkulak yang hanya mencari keuntungan diatas perampokan uang rakyat Talaud”. Ujar Bowonseet terdengar geram dan kecewa.
Bowonseet menambahkan bahwa pihaknya telah mengetahui praktek kotor dalam pelaksanaan proyek di Talaud yang diduga ditengarai dilakukan oleh Pihak PT. Anugerah Karya Agra Sentosa (AKAS) lewat berbagai sumber mulai dari pantauan lapangan sampai dengan Media Sosial.
“Praktek Kotor ini sebenarnya telah mencuat dan menjadi Buah Bibir masyarakat di Talaud sejak tahun 2024 lalu, karena ada beberapa bukti visual yang mengindikasikan kejahatan dilapangan yang diduga dilakukan oleh PT. AKAS dalam beberapa aktifitasnya sempat berseliweran di Media Sosial sebab kondisi tersebut perna diposting beberapa kali oleh beberapa akun di laman Facebook”. Ujar Bowonseet sambil menghimbau elemen masyarakat Talaud untuk melawan dan melaporkan ulah para tengkulak ke Aparat Penegak Hukum.
Sementara itu Pihak PT. AKAS saat dikonfirmasi lewat salah satu Pimpinan di Talaud yang sering di sapa Mas Agus melalui pesan WhatsApp melalui Nomor 08135792XXX tentang adanya dugaan penyimpangan pelaksanaan Proyek yang tidak sesuai dengan Speak Kualitas dan Kuantitas Pekerjaan seperti Material yang digunakan adalah jenis Material Lokal bukan Eks Manado, Campuran Aspal yang seharusnya 1,7 justru hanya dibuat 1,2, Lapisan Fondasi Jalan tak menggunakan Agregat B dan A bahkan banyak pelaksanaan pekerjaan yang dikerjakan dalam kondisi saat hujan deras membantah bahwa Material yang di gunakan adalah Material Lokal namun jenis Material yang didatangkan dari Manado.
“Untuk material kita pakai Menado pak, untuk campuran aspal bapak tau dari mana kalau pakai 1,2 mohon penjelasannya sebelum buat berita”. Tulis Mas Agus sebagai Perwakilan PT. AKAS sambil bertanya tentang sumber informasi yang didapatkan wartawan.
Dan Ketika wartawan Media kembali menkonfirmasi mengenai Campuran Aspal yang seharusnya 1,7 justru hanya dibuat 1,2, Lapisan Fondasi Jalan tak menggunakan Agregat B dan A bahkan banyak pelaksanaan pekerjaan Pengaspalan yang dikerjakan dalam kondisi saat diguyur hujan deras? Sayangnya Pesan WhatsApp dari Wartawan yang merupakan konfirmasi terakhir ke PT. AKAS tak lagi tersampaikan karena masuk tinggal centang satu diduga Nomor Whatsapp dari Wartawan Tribunpost.ID telah di Blokir oleh Perwakilan PT. AKAS Tersebut.