Manado, Sulutzonecom -- Kabar duka datang dari Manado, Sulawesi Utara. Seorang mahasiswi bernama Claudia Lahunduitan menjadi korban dalam sebuah tragedi yang terjadi di jembatan interchange Ring Road Kairagi. Claudia, yang merupakan mahasiswi di Dirgantara Flight School, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan tersebut.
Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, Claudia sempat meminta seorang saksi bernama Suita untuk mengabadikan dirinya saat naik di atas pagar pembatas jembatan Ring Road. Namun, tak lama setelah foto diambil, Claudia tiba-tiba melompat dari jembatan dan mendarat di aspal jalan raya di bawahnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi motif Claudia melompat dari jembatan. Namun, dari informasi yang diperoleh dari unggahan korban di media sosial, diduga ia memiliki beban pikiran yang berat.
Tragedi ini sontak menggemparkan warga Manado. Banyak yang menyoroti masalah keamanan di jembatan interchange Ring Road. Warga menilai bahwa pagar pembatas di jembatan tersebut terlalu pendek, sehingga rawan bagi orang yang ingin mengakhiri hidupnya.
"Sudah waktunya pemerintah membangun pagar yang lebih tinggi di jembatan ring road. Kalau tidak, bakal akan ada kejadian keempat dan seterusnya," tandas Victor Ratumbanua, warga Winangun.
Jenazah Claudia Lahunduitan telah diambil oleh keluarga dari ruang pemulasaran RSUP Prof Kandouw Malalayang dan disemayamkan di Kelurahan Sumompo, Kota Manado. Keluarga dan kerabat berencana mengadakan acara malam penghiburan di Sumompo. Jenazah Claudia akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Kecamatan Tagulandang Selatan pada hari Senin.
Kepergian Claudia Lahunduitan tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan seluruh civitas akademika Dirgantara Flight School. Sekolah penerbangan ini dikenal karena melahirkan pramugari dan tenaga administrasi penerbangan untuk berbagai maskapai penerbangan.