sulut

Berinovasi Gelar Camping Pilkada, KPU Talaud Didik Pemilih dengan Pendekatan Ekologis

Minggu, 15 September 2024 | 14:10 WIB
Foto bersama saat camping

SulutZone, Talaud - Dalam upaya yang jarang dilakukan oleh lembaga penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Talaud telah melakukan terobosan menarik. KPU Talaud menggelar kegiatan Camping Ramah Lingkungan untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada di Pantai Marrai Kiama, Kecamatan Melonguane. Kegiatan ini yang berlangsung pada (13/09), berhasil memadukan dua isu penting yakni demokrasi dan pelestarian lingkungan.

Di tengah makin meningkatnya kekhawatiran atas dampak kampanye politik terhadap lingkungan, langkah ini dianggap sebagai inovasi yang signifikan. Sosialisasi pemilu yang biasanya dilakukan melalui pertemuan formal kini berubah menjadi sebuah pengalaman langsung di alam terbuka, di mana komunitas pencinta alam, aktivis lingkungan, dan masyarakat terlibat aktif dalam diskusi terbuka terkait Pilkada Ramah Lingkungan.

Dalam sambutannya Ketua KPU Talaud Andri L.J. Sumolang menjelaskan bahwa acara ini dimaksudakan untuk menydarkan sejumlah pihak terutama para peserta Pilkada beserta simpatisan dan pedungkung calon tersebut untuk lebih sadar akan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan saat kampanye nanti.

"Berkaca pada pelaksanaan kampanye-kampanye sebelumnya, setelah selesai pelaksanaan kampanye, lokasi kampanye tersebut banyak menyisakan tumpukan sampah yang berserakan disana sini," jelas Sumolang saat membuka acara camping Pilkada.

Demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, KPU Talaud juga mewajibkan para peserta Pilkada yang akan melaksanakan kampanye untuk menyiapkan kantong-kantong plastik sampah untuk menampung sampah-sampah saat berkampanye.

"Kita semua sudah mengetahui isu sampah di Kabupaten Keplauan Talaud terutama di Ibukota Melonguwane, karena merajalelanya sampah disejumlah titik. Karenanya Kami mewajibkan para peserta PIlkada wajib menyiapkan kantong plastik sampah guna mengantisipasi menumpuknya sampah pasca kegiatan kampanye," tutur Sumolang.

Acara ini melibatkan tokoh-tokoh penting yang mendalami isu lingkungan dan akademisi untuk berbagi pandangan. Narasumber seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Merdison Sasae dan pegiat lingkungan Ronny Buol, juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memberikan pandangan kritis tentang bagaimana proses pemilu sering kali menyisakan sampah dan jejak karbon yang signifikan melalui spanduk, baliho, dan bahan kampanye lain yang kurang ramah lingkungan.


Penulis : Nelson

Tags

Terkini