“Tetapi memang saat ini yang diutamakan adalah keamanan dan keselamatan dahulu daripada harus dikejar-kejar tapi keselamatan tidak terjamin,” ujarnya menambahkan.
Ditemui seusai acara, General Manager PLN UID Suluttenggo Ari Dartomo menyampaikan bahwa pihaknya tentu memantau dan merespon dengan cepat terkait situasi di Tagulandang.
Baca Juga: Chris Sam Siwu Membantah Kabar Gugatan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
“Kami tentunya mengerti bahwa ketersediaan listrik di Tagulandang menjadi prioritas untuk bisa mendorong bergeraknya aktivitas masyarakat di sana,” tutur Dartomo.
Ia mengungkapkan bahwa hari ini, 2 Mei tim respon cepat PLN akan diberangkatkan menuju Tagulandang dari Pelabuhan Manado. Hal ini sudah menjadi bagian dari skema pemulihan sistem kelistrikan di Tagulandang.
“Kami memberangkatkan total 64 petugas yang merupakan gabungan dari beberapa unit di bawah PLN Suluttenggo serta kolaborasi bersama Sub Holding PLN Nusa Daya,” ungkap Dartomo.
Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Pecahkan Kutukan dengan Mengalahkan Ratchanok Intanon di Uber Cup 2024
Saat ini terpantau sebanyak 7.735 pelanggan PLN di Pulau Tagulandang mengalami dampak langsung dari letusan Gunung Ruang. Total 3 penyulang dan 49 gardu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat ditentukan langkah pernormalan yang dibutuhkan.
“Kami memastikan petugas kami dapat bekerja dengan aman sehingga seluruh jaringan listrik dapat dipulihkan namun sambil memastikan keamanan pada instalasi listrik pada masyarakat juga,” pungkas Dartomo.
***