SULUTZONE.COM -- Pertemuan ketiga kalinya antara PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong dan Warga Kelurahan Tondangow, masih tetap deadlock atau menemuai jalan buntu.
Pertemuan difasilitasi oleh pihak Kepolisian Resort (Polres) Tomohon digela pada Selasa (9/4/2o24) kemarin, di BPU Kelurahan Tondangow.
Kali ini, pihak kepolisian menjadi mediator untuk kembali membahas permasalahan terkait 14 tuntutan warga.
Baca Juga: OPINI : UKW Gate Tak Tersentuh Media Nasional
Pertemuan dimulai dari jam 11 siang sampai sekira Pkl.17.00 wita, namun warga dan PGE Lahendong tetap bersikukuh dengan pemahaman masing-masing, terlebih terkati poin kompensasi kepada 427 keluarga.
Warga menuntut setiap kepala Keluarga diberi dana kompensasi sebesar Rp10 juta.
“Kami menuntut agar ada kompensasi kepada 427 KK dimana setiap KK menerima sebesar Rp. 10 juta per tahun,” ujar para jurubicara secara bergantian mewakili warga diantaranya; Fanny Palar, Jefri Wawo, Riski Mengko, Noktavian Wowor, seperti dilansir dari Mileniumtimes.com.
Baca Juga: Mabok Lagi, Polsek Tuminting Sigap Tangani
Pihak PT. PGE Lahendong, yang diwakilkan Government & Public Relation (GPR) Humas PGE, Dimas didampingi Manejer Produksi PT. PGE Lahendong, Bayu, lantas segera menolak mentah-mentah permintaan tersebut.
"Ini tidak bisa begitu, karena ini uang negara, kecuali dalam bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat. Untuk merealisasikan tuntutan kompensasi seperti itu tidak mungkin. Karena aturan yang berlaku diperusahaan kami, tidak bisa melakukan kompensasi tersebut dikarenakan tidak sesuai aturan perusahan” ujar mereka, seperti yang dikutip dari Miliniumtimes.com.
Mereka menjelaskan juga bahwa pemboran bukan hanya di Tondangow sehingga akan terjadi kecemburuan sosial jika kompensasi diterapkan di Tondangow.
Baca Juga: Operasi Ketupat Berjalan Lancar, Kesehatan Petugas Diutamakan
"Pengeboran ada di banyak daerah lain. Jika direalisasikan, daerah pemboran lain juga akan menuntut hal yang sama,” jelas Dirmas dan Bayu.
Mereka juga menyangkan penutupan jalan akses ke Sumur 47 Cluster 13 yang sudah memasuki hari ke lima tidak beroperasi sejak Kamis (4/4).
“Kegiatan operasional ini harus terus didukung oleh semua pihak, mengingat PGE Area Lahendong telah mensuplai kelistrikan di Sulawesi Utara & Gorontalo sebesar 30 persen,” sebut Manejer Operasi PT. PGE Lahendong, Bayu, dikutip dari mileniumtimes.com.
Melihat masih terjadi adu argumen antar kedua bela pihak, Kasat Intel Polres Tomohon, AKP Slamet segera memberhentikan pertemuan tersebut.
"Hasil dari pertemuan hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan," pungkasnya.
(*/Dede)