MINAHASA TENGGARA — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bergerak cepat menghadapi dampak fenomena iklim El Nino yang mulai mengancam sektor pertanian. Bupati Mitra Ronald Kandoli turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Bupati bersama Dinas Pertanian, Satpol PP dan sejumlah instansi terkait meninjau kondisi areal persawahan Pelaladan, Desa Ranoketang Atas, Kecamatan Touluaan, Selasa (8/9). Dalam kunjungan tersebut, Bupati bahkan ikut melakukan penyiraman langsung pada lahan persawahan yang mulai terdampak kekeringan.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mencegah tanaman padi milik masyarakat mengalami kerusakan akibat keterbatasan pasokan air.
Baca Juga: Tudingan Calo Picu Kericuhan di MPP Minut, Kadis Dukcapil dan ASN Saling Sanggah
Bupati Ronald Kandoli menegaskan, upaya penyelamatan lahan pertanian tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, pemerintah harus terus hadir dan melakukan langkah konkret selama kondisi musim kering masih berlangsung.
“Upaya ini tidak boleh hanya seremonial. Harus dilakukan secara konsisten selama musim kering berlangsung. Kita tidak ingin petani mengalami kerugian akibat gagal panen,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan para petani tetap mendapatkan dukungan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi ketika masyarakat menghadapi masa-masa sulit seperti ini,” ujarnya.