Gubernur Yulius Selvanus di Mayday 2026 : Ini Keseriusan Kami Urus Buruh dan Pekerja

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 5 Mei 2026 | 09:53 WIB
YSK di Mayday 2026 di Manado (Dok. Istimewa)
YSK di Mayday 2026 di Manado (Dok. Istimewa)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan kaum buruh dan pekerja di Sulawesi Utara.

Hal ini disampaikannya saat berhadapan dengan massa buruh yang memadati, Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado dalam peringatan Mayday

​Dalam pidatonya, Yulius yang didampingi oleh Wakil Gubernur, Victor Mailangkay, dan Forkopimda dan pejabat teras lainnya menyatakan bahwa kehadiran mereka merupakan simbol kehadiran pemerintah yang siap pasang badan untuk rakyat.

​"Saya dan Pak Victor Wakil Gubernur, Forkopimda, dan semua yang hadir di panggung ini menampakkan wajah kepada kalian semua. Ini menunjukkan keseriusan kami untuk mengurusi buruh dan pekerja," ujar Yulius yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

​Ia menekankan bahwa visi utamanya adalah membangun Sulawesi Utara secara inklusif.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang, melainkan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi.

MaydayBaca Juga: Peringati Hari Buruh 2026, Pemkab Kepulauan Talaud Ajak Buruh Perkuat Sinergi Perekonomian

Apresiasi Kontribusi Buruh terhadap Ekonomi

Yulius juga memaparkan sejumlah data pencapaian ekonomi Sulawesi Utara sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para buruh.

Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah saat ini mencapai 5,66%, yang berada di atas rata-rata nasional.

​Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara juga mengalami kenaikan menjadi 76,36%, yang mencakup peningkatan di sektor kesehatan, pendidikan, dan daya beli.

​"Karya-karyamu itu tidak mungkin tidak dirasakan. Angka-angka yang dinilai oleh BPS menunjukkan bahwa Sulawesi Utara naik semuanya. Gini Ratio kita di angka 0,31, artinya ketimpangan pendapatan antar sesama di Sulawesi Utara hampir rata," jelasnya.

Peran Strategis Pekerja

Menutup orasinya, Yulius mengakui bahwa peran buruh seringkali terlupakan dalam narasi pembangunan. Namun, ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi yang ada saat ini adalah buah dari pengabdian para pekerja.

​"Kadangkala pengabdianmu tidak ada orang melihat, tapi bisa kita rasakan bersama-sama. Peranmu sangat dahsyat. Angka-angka (keberhasilan) yang saya sebutkan tadi adalah peranmu semua," pungkasnya.

​Pertemuan tersebut berjalan kondusif dengan pengawalan dari aparat keamanan dan dihadiri oleh berbagai serikat pekerja yang ada di Sulawesi Utara.

***/Dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X