Gubernur Yulius Selvanus: Pendidikan Harus Manusiakan Manusia, Guru Tak Boleh Tertinggal

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 3 Mei 2026 | 05:46 WIB
Gubernur Sulur, Yulius Selvanus di Upacara Hardiknas 2026 (Dok. Pemprov Sulut)
Gubernur Sulur, Yulius Selvanus di Upacara Hardiknas 2026 (Dok. Pemprov Sulut)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menegaskan bahwa kualitas bangsa masa depan sangat ditentukan dari apa yang terjadi di dalam ruang kelas saat ini.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di lapangan kantor gubernur, Sabtu (2/5/2026).

​Dalam momentum ini, Gubernur Yulius membawa pesan penting mengenai program "Pembelajaran Mendalam" atau Deep Learning.

Kebijakan ini bertujuan agar proses belajar-mengajar tidak lagi sekadar hafalan, melainkan menjadi proses memanusiakan manusia secara tulus dan penuh kasih sayang bagi anak-anak di Sulawesi Utara.

Baca Juga: Wakil Bupati Kepulauan Talaud Resmi Tutup AKSI 2026: Persiapan Menuju Bupati Cup Agustus Mendatang

Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas

Kabar baik bagi para pahlawan tanpa tanda jasa, pemerintah secara khusus memberikan perhatian pada kesejahteraan dan kompetensi pendidik.

Gubernur memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, dialokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

​"Perbaikan kualitas bangsa harus dimulai dari dalam kelas melalui lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai," ujar Gubernur Yulius saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Digitalisasi dan Gizi untuk Siswa

Hingga tahun 2025, pemerintah tercatat telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan.

Selain itu, lebih dari 288.000 sekolah kini telah dilengkapi papan interaktif digital untuk mendukung modernisasi belajar.

​Tak hanya soal infrastruktur, sisi kemanusiaan juga diperkuat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah).

Langkah ini diambil untuk memastikan siswa bisa belajar dengan perut kenyang, fisik sehat, dan lingkungan yang bebas dari perundungan (bullying) serta kekerasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X