Miangas, Sulutzone.com – Masyarakat Pulau Miangas, beranda utara NKRI di Kabupaten Kepulauan Talaud, kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui ritual adat Manammi, Sabtu 2 Mei 2026.
Prosesi menangkap ikan tradisional menggunakan bentangan janur kelapa ini berlangsung khidmat di Pantai Liwua dan Pantai Larung dengan pengawalan ketat dan partisipasi aktif dari personel TNI dan Polri.
Sinergitas aparat keamanan sudah terlihat sejak rangkaian acara dimulai pukul 05.00 WITA. Personel Polsek Miangas bersama satuan TNI setempat turut mendampingi masyarakat dalam ibadah subuh di Gereja Germita Efrata, hingga berlanjut ke prosesi di rumah Ratumbanua.
Bukan sekadar menjaga keamanan, unsur pimpinan TNI dan Polri di wilayah perbatasan ini terlibat langsung dalam prosesi budaya. Saat puncak kegiatan pukul 09.00 WITA, penangkapan ikan secara simbolis dipimpin bersama oleh perwakilan unsur pimpinan kecamatan dan tokoh penting, di antaranya Ps. Kanit Intelkam Polsek Miangas Aipda Y. Papea, Babinsa Miangas Serka F.T. Talu, Dan Posal Miangas Lettu Mar Ridel Sumampouw, dan Dan Pos Satgas Pamputer Letda CPM Yogi Pratama. Turut serta pula tokoh agama Pdt. Y. Bawellu, S.Th., serta Tokoh Adat Inangguwanua I.A. Essing.
Keterlibatan ini menunjukkan kemanunggalan aparat dengan masyarakat lokal dalam menjaga kearifan lokal di wilayah strategis nasional. Selain itu, hadir pula perwakilan pimpinan kewilayahan lainnya seperti Aiptu L. Manangkabo yang mewakili Kapolsek Miangas dan Serka Jongli Lupa mewakili Danramil 1312-07 Miangas.
Kapolsek Miangas, Ipda Kristo Pontoh, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian dan TNI bukan hanya untuk menjamin ketertiban, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya masyarakat perbatasan.
"Kami memastikan seluruh rangkaian ritual Manammi ini berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tradisi ini adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama. Sinergitas antara Polsek, Koramil, Posal, dan Satgas Pamputer dalam kegiatan ini merupakan bukti bahwa negara hadir, tidak hanya untuk menjaga kedaulatan teritorial, tetapi juga menjaga kelestarian budaya masyarakat di garda terdepan," ujar Ipda Kristo Pontoh.
Ritual yang digelar setahun sekali setiap bulan Mei ini memanfaatkan fenomena pasang surut air laut saat bulan purnama. Tali Sammi yang dibentangkan menjadi simbol kebersamaan warga dalam mengelola hasil laut secara bijak.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.40 WITA yang ditutup dengan makan bersama di tenda-tenda warga. Berkat pengamanan terpadu dari personel Polsek Miangas, Koramil 1312-07, Posal Miangas, serta Satgas Pamputer, acara yang turut dihadiri tamu mancanegara ini berjalan tanpa kendala keamanan sedikit pun.
Artikel Terkait
Hizkia Sembel Sukses Gelar Forbisda HIPMI Sulut, Hadirkan Mentan RI Andi Amran Sulaiman
Babinsa Koramil-04/Rainis Praka Ozem Lasa Komsos Dengan Lansia Di Wilayah Binaannya, Sembari Bantu Pengolahan Kelapa
Babinsa Memdampingi Siswa-Siswi SDK Sepulau Marampit Dalam Rangka Giat Lomba Peringati Hari Diknas Ke- 67 Tahun
Babinsa Koramil-08/Melonguane, Praka Gidion Bungkaes Laksanakan Komsos dengan Pekerja Pembuatan Saluran Irigasi pembuangan limba RSUD
Gubernur Yulius Selvanus Tinjau KEK Bitung, Ini Alasannya!
Berdayakan Ekonomi Keluarga, Ny. Anik Yulius Selvanus Dorong Perempuan Sulut Kuasai Digitalisasi dan Legalitas UMKM
Hardiknas 2026: Wakil Ketua DPRD Bitung Ronald Kansil Sebut Pendidikan Fondasi Mutlak Kemajuan Daerah
Wakil Bupati Kepulauan Talaud Resmi Tutup AKSI 2026: Persiapan Menuju Bupati Cup Agustus Mendatang
Jueen Hana Monangin Siap Lanjutkan Program Pro Rakyat dan Bangun Amongena Tiga Lebih Maju
Akrab dan Kondusif, Kapolres AKBP Arie Sulistyo Nugroho Membaur di Perayaan HKG PKK Talaud.