Ditinggal Resim Sebelumnya Keadaan Rusak, Kini YSK Suntikan Rp12,9 Miliar untuk Revitalisasi Kolam Renang Koni

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 28 April 2026 | 08:00 WIB
Pintu Masuk Kolam Renang Koni Manado (Dok. Istimewa)
Pintu Masuk Kolam Renang Koni Manado (Dok. Istimewa)

MANADO – Setelah sekian lama dibiarkan rusak, aset olahraga legendaris Sulawesi Utara, Kolam Renang Ranowangun, akhirnya mendapatkan titik terang.

Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengambil langkah berani dengan menyuntikkan anggaran sebesar Rp12,9 Miliar pada APBD 2026 untuk memulai proses revitalisasi total.

​Langkah ini menjadi sorotan tajam karena sangat kontras dengan kebijakan pembangunan di kompleks olahraga KONI Sario pada masa pemerintahan sebelumnya. Pasalnya, proyek-proyek terdahulu dinilai publik hanya menyentuh aspek permukaan.

Diketahui, rezim sebelumnya hanya melakukan revitalisasi di beberapa gedung seperti Gedung Hall B (lapangan basket indoor) dan pembuatan gerbang masuk untuk tribun penonton stadion sepak bola.

​Meski anggaran yang dikucurkan sebelumnya tergolong besar, namun ternyata Gedung Hall B tersebut hanya dipoles dengan penambahan ornamen-ornamen yang tidak berkualitas. Faktanya, saat ini Hall B tersebut sudah kembali rusak.

​Kualitas pekerjaan yang buruk tersebut bahkan membuahkan tragedi memilukan. Pada gempa bumi yang terjadi awal April lalu, ornamen-ornamen tambahan tersebut runtuh dan mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tertimpa material yang tidak kokoh itu.

​Inspektur Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Kumendong, menegaskan bahwa langkah Gubernur YSK ini adalah jawaban nyata untuk membenahi fasilitas publik dengan data yang transparan.

​”Gubernur YSK dalam tahun anggaran 2026 telah menganggarkan sebesar Rp12,9 Miliar untuk Kolam Renang Sario (Ranowangun). Masyarakat bisa mengecek langsung transparansinya di SIRUP PBJ Pemprov,” tegas Kumendong, Sabtu malam (25/4/2026).

​Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov Sulut, Jemmy Ringkuangan, mengungkapkan bahwa perbaikan ini adalah bentuk kepedulian yang baru muncul di era pemerintahan saat ini.

​”Kesadaran itu muncul di tahun 2025, ketika terjadi pergantian pemerintahan baru, kolam tersebut viral! Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Gubernur Sulut YSK, melihat langsung kondisi kolam. Bukan hanya sekadar rusak, tapi sudah tidak layak. Di titik ini, keputusan diambil: Kolam ini harus direvitalisasi!” ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Musda TIDAR Sulut, Bro Gub YSK Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

Tahapan Eksekusi: Fokus pada Kekuatan Struktur

​Ringkuangan menekankan bahwa revitalisasi kali ini dilakukan secara sangat hati-hati dan terencana guna menghindari kegagalan bangunan seperti yang terjadi di gedung lainnya.

​”Tapi keputusan saja tidak cukup. Semua harus dihitung, dikaji, dan direncanakan. Kolam itu diperiksa. Tim teknis datang bukan membawa semen dulu, melainkan membawa alat ukur. Mereka memeriksa apakah struktur masih kuat, di mana kebocoran terjadi, hingga apakah sistem air masih bisa dipakai atau tidak. Karena kalau langsung diperbaiki tanpa tahu kondisi, hasilnya bisa sia-sia,” tandas Ringkuangan.

Proses Transparan dan Akuntabel

​Seluruh proses pengerjaan dipastikan melalui lelang terbuka guna menjamin kualitas hasil akhir dan keamanan bagi masyarakat.

​”Mungkin ada yang berpikir: kenapa tidak langsung kasih ke kontraktor saja? Jawabannya tidak bisa. Karena ini uang negara, maka prosesnya harus terbuka melalui pengumuman proyek secara online. Siapa saja boleh ikut, baik perusahaan besar maupun kontraktor lokal. Mereka bersaing secara sehat, dan pemerintah memilih yang paling kompeten serta sesuai aturan, bukan yang paling dekat,” tegas Ringkuangan.

​Langkah strategis Gubernur YSK ini diharapkan mampu menghapus jejak kelalaian pembangunan masa lalu, sekaligus menyediakan fasilitas modern yang aman demi melahirkan bibit atlet unggul Sulawesi Utara di masa depan.

***/dede

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X