Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Minahasa Hampir Dua Pekan, Harga Eceran Tembus Rp40 Ribu

photo author
Jimmy Memah, Sulut Zone
- Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Minahasa — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Minahasa terus berlanjut dan kini telah berlangsung hampir dua minggu. Kondisi ini semakin meresahkan masyarakat karena selain sulit didapat, harga eceran di tingkat warung juga melonjak hingga mencapai Rp40.000 per tabung.

Di sejumlah wilayah, termasuk Langowan dan sekitarnya, warga mengaku harus mencari ke berbagai pangkalan dan pengecer untuk mendapatkan elpiji. Namun, ketersediaan stok sangat terbatas dan sering kali habis dalam waktu singkat.

“Sudah hampir dua minggu ini susah sekali dapat gas. Kalau pun ada di warung, harganya sudah sampai Rp40 ribu,” keluh seorang warga.

Kenaikan harga tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini diduga dipicu oleh terbatasnya pasokan serta tingginya permintaan di tengah kelangkaan yang terjadi.

Dampak dari kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti penjual makanan dan kue. Beberapa di antaranya terpaksa mengurangi aktivitas usaha bahkan beralih sementara ke bahan bakar alternatif seperti kayu bakar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Pengawasan distribusi elpiji dinilai perlu diperketat guna mencegah adanya penimbunan maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar ketersediaan gas dapat merata di tengah kondisi yang masih terbatas. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jimmy Memah

Rekomendasi

Terkini

X