MANADO, SULUTZONE.COM – Di tengah upaya keras memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para penambang rakyat ke tingkat pusat, kabar duka justru datang dari wilayah pertambangan Nibong, Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), tidak dapat menyembunyikan rasa sedih dan sesalnya saat menerima informasi mengenai konflik dan tragedi yang menimpa para penambang di lapangan.
Pernyataan mendalam ini disampaikannya saat menghadiri perayaan Natal Bersama Gerindra Manado, Sabtu malam.
Dalam arahannya yang penuh emosi, Yulius menekankan bahwa saat ini ia sedang melakukan lobi-lobi strategis dengan Pemerintah Pusat, bahkan hingga ke Presiden, agar sektor pertambangan rakyat di Sulawesi Utara mendapatkan legalitas dan perhatian yang layak.
"Saya sedang berjuang untuk kesejahteraan para penambang. Saya bawa aspirasi ini sampai ke Presiden. Tapi kalau di lapangan kita belum kompak, belum solid, dan masih saling merebut, perjuangan ini akan terasa sangat sulit," ujar Yulius di hadapan kader dan simpatisan.
Menjelang perayaan Natal, Yulius meminta dengan sangat agar seluruh elemen penambang menanggalkan ego dan menghentikan perselisihan. Baginya, stabilitas keamanan di lokasi tambang adalah kunci utama agar pemerintah pusat percaya bahwa penambangan rakyat bisa dikelola dengan baik.
"Hari ini saya menerima berita duka. Padahal kita sedang berupaya. Saya minta para penambang di lapangan, baku-baku nae (saling mengangkat), tidak perlu berebut. Torang baku-baku bae," tegasnya dengan dialek khas Manado.
Ia juga mengimbau agar konflik antar kampung atau antar kelompok penambang segera diakhiri demi kebaikan bersama.
"Natal ini kita minta berhenti untuk saling baku rebut. Sudah jo berkelahi antar kampung, antar penambang, dan lain-lain. Torang jaga stabilitas. Kalau kita tertib, perjuangan di pusat akan jauh lebih mudah," tambah Yulius.
Tragedi di Nibong menjadi pengingat pahit bahwa tanpa persatuan, para penambang hanya akan menjadi korban di tanah sendiri. Yulius Selvanus berkomitmen untuk terus mengawal isu ini, namun ia meminta jaminan dari masyarakat di lapangan untuk tetap kondusif.
Melalui momentum Natal ini, YSK berharap kedamaian benar-benar menyelimuti area pertambangan di Sulawesi Utara, sehingga tidak ada lagi air mata atau darah yang tumpah di atas kekayaan alam Bumi Nyiur Melambai.
Dede
Artikel Terkait
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Danantara Indonesia dan BP BUMN Lakukan Operasi Kemanusiaan Terpadu, Siapkan Relawan hingga Huntara Pascabencana
Danantara Indonesia dan BP BUMN Hadir untuk Rakyat: Lebih dari 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Dikerahkan Tangani Bencana Sumatera
Peringati Hari Bela Negara, BUMN Tegaskan Tanggung Jawab Kebangsaan Lewat Aksi Nyata Penanganan Bencana
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Koramil Essang Ajak Warga Sambuara Talaud Gotong Royong Benahi Lapangan Bola
Talaud Siaga Nataru: Kapolres, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho Pimpin Pengecekan Akhir Pasukan Operasi Lilin Samrat
Sambut Suka Cita Natal, Desa Karatung Bangkitkan Semangat Gotong Royong Melalui Karya Bhakti"
Menuju Sejahtera 2026: Gubernur Yulius Selvanus Ketuk Palu UMP Sulut di Angka Rp4 Juta
Nostalgia di 5 Eleven: Kembali ke Tempat Pertama Kali Menginjakkan Kaki, YSK Hadiri Natal Gerindra Manado sebagai Gubernur
Natal Gerindra Manado: Louis Schramm Ingatkan Kader Jaga Integritas, Larang Keras Minta Proyek ke Pemerintah Provinsi