MANADO, 18 Juni 2024 – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjadi sorotan dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi Utara (Sulut) pada 17-18 Juni 2024.
Di tengah rangkaian kegiatannya, Nusron Wahid dan rombongan terpantau tidak merespons langsung aspirasi masyarakat terkait dugaan kasus mafia tanah, memicu kekecewaan di kalangan warga.
Peristiwa ini terjadi saat Nusron Wahid menghadiri salah satu kegiatan di Hotel Luwansa Manado. Ketika ia hendak meninggalkan lokasi, sekelompok warga yang mengaku sebagai pemilik lahan korban dugaan mafia tanah, berupaya menyuarakan keluh kesah mereka. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Tomohon Terbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan dokumen palsu #tangkapmafiatanah".
Namun, alih-alih memberikan tanggapan atau setidaknya membuka jendela mobil untuk mendengarkan, Nusron Wahid yang berada di dalam kendaraan roda empat berplat nomor RI 26 beserta rombongan, berlalu begitu saja. Sikap ini sangat disayangkan oleh para demonstran yang berharap mendapatkan perhatian dari pimpinan tertinggi di Kementerian ATR/BPN terkait masalah yang mereka hadapi.
Profil Singkat Nusron Wahid
Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan Jurusan Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelum menjabat menteri, Nusron adalah politikus Partai Golkar yang telah berulang kali terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) periode 2014-2019 dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (2011-2016). Harta kekayaan Nusron Wahid tercatat mencapai Rp17.534.956.944 per 27 Maret 2024.
Kunjungan kerja Menteri ATR/BPN ini seharusnya menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait persoalan agraria. Insiden di Manado ini pun menuai pertanyaan mengenai komitmen pemerintah dalam menanggulangi praktik mafia tanah yang masih menjadi keresahan di banyak daerah.
Artikel Terkait
Sempat Terlihat Adem Ayem di Nikahan Al Ghazali, Ahmad Dhani Ngaku Masih Tak Akur dengan Maia Estianty
Tinggalkan Jakarta dan Pindah ke Magetan untuk Merawat sang Ibu, Isa Bajaj Masih Menyimpan Penyesalan: Kenapa Nggak dari Dulu
Tarian Aura Farming Warnai Selebrasi Kemenangan Marc Marquez di MotoGP Jerman
Polisi Diserang dengan Pisau oleh Pengendara Bermotor Saat Operasi Patuh Nala di Bengkulu Tengah
Ribuan Pelamar Kerja Padati Jalan Siliwangi Cianjur, Antrean Mengular Demi Posisi di Toko Ritel
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Warga TPA Sarimukti Masak Bangkai Ayam untuk Dimakan
Apresiasi Fadli Zon tentang Hari Kebudayaan Nasional, PDIP Minta Penetapan Tanggal Jangan Dikaitkan dengan Prabowo
Penuhi Panggilan Kedua, Nadiem Makarim Didampingi Hotman Paris Tiba di Kejagung untuk Pemeriksaan Kasus Pengadaan Chromebook
Uniknya Kebun Raya Jagatnatha dengan Koleksi Tanaman Upakara dan Usada, Cerminan Masyarakat Bali yang Religius
Sentra Tenun Jembrana, Melestarikan Seni Tenun dan Songket Khas Bali Sekaligus Memutar Roda Ekonomi