MANADO, sulutzone.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sulawesi Utara (Sulut), M. Taufik Poli, dengan tegas menanggapi pernyataan yang mengatasnamakan GMNI Manado yang memuji kinerja Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Taufik Poli menyebut pernyataan tersebut sebagai bagian dari "politik adu domba oleh elit."
"Pernyataan yang mengatasnamakan GMNI Manado dengan nada memuji pemerintah Sulawesi Utara tersebut adalah bagian dari politik adu domba oleh elit. Sayang sekali kalau kader GMNI terbawa arus dan tidak menggunakan nalar kritisnya sebagai korps pejuang-pemikir," ujar Taufik Poli dengan nada prihatin, kepada media ini, 11 Juni 2025.
Tanggapan DPD GMNI Sulut ini muncul setelah sebelumnya ramai diberitakan dan menjadi sorotan di media sosial terkait kritik pedas dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Manado, yang diketuai oleh Hizkia Rantung. Kritik tersebut secara spesifik menyoroti evaluasi 100 hari kinerja pasangan Yulius Selvanus – Victor Mailangkay.
Baca Juga: Jawab Tantangan Debat Terbuka, GMNI Manado : Jika Hanya Kadis Kominfo Akan Turunkan Kualitas Diskusi
DPC GMNI Manado di bawah Hizkia Rantung sebelumnya mengkritik keras, menilai bahwa 100 hari pertama pemerintahan YSK-Victory lebih banyak berfokus pada pencitraan dan kunjungan kerja seremonial ketimbang menunjukkan pembangunan yang terukur. Hizkia Rantung juga menyoroti belum adanya kepastian arah pembangunan karena belum diterbitkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta mempertanyakan solusi jangka panjang untuk disparitas regional, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan ketidakmerataan akses pendidikan di Sulut.
Namun, belakangan muncul pernyataan yang mengatasnamakan Ketua DPC GMNI Manado, Rahmat Indra Putra Mbuinga, seperti yang diberitakan oleh Jurnal Manado pada 7 Juni 2025, yang justru mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan Pemprov Sulut. Pernyataan tersebut menyebutkan adanya "kerja nyata" dan menolak kritik dari pihak yang tidak sah.
Menanggapi kontradiksi ini, M. Taufik Poli menegaskan kembali posisi GMNI Sulut. "Kami tetap pada komitmen awal bahwa evaluasi 100 hari kerja dari DPC GMNI Manado ke pemerintahan YSK-Victor adalah bentuk kepedulian kami terhadap arah pembangunan Sulawesi Utara," pungkasnya, menegaskan bahwa GMNI akan tetap berpegang pada peran kritisnya sebagai organisasi mahasiswa.
***
Artikel Terkait
Gubernur YSK Genjot Peningkatan Pelayanan dan Ekonomi Masyarakat Sulawesi Utara
WOOK dan Letsvan Berkolaborasi Hadirkan Mainan Edukatif Wakuku di Indonesia
Sertijab Wakapolda Sulut: Irjen Pol Bahagia Dachi Digantikan Brigjen Pol Awi Setiyono
Kapolresta Manado: "Mereka Adalah Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas!"
Sinergi Cegah Konflik: Wakapolresta Manado Hadir dalam Binkom Kodim 1309/Manado
Tantowi Yahya Ungkap Alasan 80% Pasien Di RS Penang Asal Indonesia, Ternyata Ini Alasannya!
Sambut Hari Bhayangkara ke 79, Polsek Essang Kepulauan Talaud Gelar Lomba Memancing.
Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Di Putaran ke 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026? Simak Penjelasannya!
Seksi Propam Gelar Gaktibplin Personil Polres Kepulauan Talaud.
Semarak Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Lirung Kepulauan Talaud, Dekatkan Diri dengan Warga Lewat Lomba Mancing!