MANADO, 3 Juni 2025 — Sejumlah dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) hari ini mendatangi kantor Rektorat untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyusul aksi damai "Tukin For All" yang mereka pelopori pada 20 Mei lalu. Pertemuan ini bertujuan untuk mengklarifikasi niat di balik aksi tersebut dan menegaskan kembali komitmen para dosen dalam menjaga nama baik almamater.
Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), termasuk Ir. Lalu Wahyudi, M.P., Dr. Ratna Siahaan, dan Dr. Regina ButarButar, didampingi Dekan FMIPA Dr. Gerald Tamuntuan dan Wakil Dekan II FMIPA Dr. Dolfie Pandara, diterima langsung oleh Rektor Sompie.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Lalu Wahyudi mewakili para dosen menyampaikan permohonan maaf. "Sebelumnya kami mohon maaf kepada semua civitas akademika Unsrat atas kegaduhan yang terjadi, lebih khusus bagi Rektor Prof. Berty Sompie dan pimpinan Unsrat," ujar Wahyudi.
Baca Juga: Drama Pemilihan Dekan FK Unsrat: Rektorat Tepis Tudingan, Klaim Taat Hukum
Ia menegaskan bahwa aksi damai tersebut murni sebagai bentuk solidaritas untuk memperjuangkan Tukin For All (Tunjangan Kinerja Untuk Semua) dan sama sekali tidak bermaksud merusak nama baik institusi maupun pimpinan universitas. "Setelah melakukan pertemuan dengan Rektor Unsrat dan mendengarkan arahan langsung, tentu kami sangat berterima kasih atas pencerahan dan penjelasannya," tambahnya.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Rektor Unsrat Prof. Berty Sompie menyatakan bahwa pimpinan universitas pada prinsipnya sangat terbuka dengan berbagai masukan. Ia menekankan pentingnya persatuan di kalangan dosen dan seluruh civitas akademika Unsrat untuk menjaga nama baik almamater.
"Kami meminta bagi para dosen dan civitas akademika Unsrat agar tetap bersatu menjaga nama baik almamater serta fokus dalam tugas pokok dan fungsi untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Percayalah, ketika kinerja kita semakin baik maka kesejahteraan pasti akan mengikuti," saran Rektor.
Prof. Sompie juga menambahkan bahwa Rektor dan pimpinan Unsrat lainnya akan terus memperjuangkan yang terbaik bagi Unsrat, termasuk peningkatan kesejahteraan bersama.
Rektor berharap pertemuan ini menjadi momen evaluasi dan sekaligus menyatukan langkah untuk membangun Unsrat yang lebih baik. "Terima kasih untuk masukannya dan saya berharap setiap masalah yang terjadi kita selesaikan bersama-sama untuk Unsrat yang lebih baik," pungkasnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama antara para dosen dan pimpinan Unsrat untuk terus menjaga nama baik almamater dan bekerja sama demi kemajuan universitas.
***
Artikel Terkait
Bupati Terpilih Talaud Terpantau "Ambil Absen" di Polda Sulut, Ada Apa???
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Dukung Penuh Sistem Penerimaan Murid Baru Online
Memperingati Hari Lahir Pancasila, Kodim 1312/Talaud Gelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih
AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H Irup Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-80 Tahun 2025 di Talaud
Divisi Humas Polri Gelar Pensatwil di Polda Sulut dan Jajaran
Ckrisno Bowonseet: Teladan Muda Talaud, Hidup Bermakna dalam Kepedulian
Mantan Kapolres Tomohon Bantah Keterlibatan di Kasus Tanah De'Lokon
Batal Diskon Listrik 50% untuk 79,3 Juta Rumah, Pemerintah Siapkan 6 Insentif Baru 5 Juni 2025!
Duel Hidup-Mati! Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa yang Bertahan?
Dugaan Penyelewengan Anggaran Puluhan Juta di SMKN 3 Manado Mencuat, Kepala Sekolah Menghilang dari Maps