Upaya konfirmasi kepada Kapolres Mitra dan oknum hukum tua terkait juga belum membuahkan hasil.
Aksi kekerasan yang terjadi di Tumbak Madani memicu kecaman luas dari masyarakat sipil, aktivis, hingga tokoh adat.
Banyak pihak menilai tindakan ini sebagai bentuk kegagalan aparat desa dalam menjaga stabilitas sosial, bahkan justru menjadi aktor penyulut konflik horizontal.
"Kami minta aparat penegak hukum jangan diam. Ini bukan sekadar pembakaran mobil, ini soal keadilan dan keselamatan warga sipil dari arogansi penguasa lokal," tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat berharap pihak kepolisian segera menindak tegas para pelaku, termasuk mengusut keterlibatan oknum aparat desa yang justru diduga menjadi sumber konflik.
***
Artikel Terkait
Surat Permohonan Dandim Viral: Bantuan untuk Keluarga atau Penyalahgunaan Wewenang?
Sampah Pasca Hujan Banjiri Pantai Sindulang, Wali Kota Manado Langsung Turun Tangan!
Wali Kota Manado Hadir, Munas APKASI Resmi Dibuka di Minut!
Polri Tegaskan Komitmen Operasi Premanisme Hingga Tuntas
Sambut Hari Bhayangkara ke 79, Polsek Rainis Kepulauan Talaud Gelar Lomba Mancing
MTPJ 1–7 Juni 2025 Yesaya 44:1-8 Tuhan Satu-Satunya Allah
Grand Final Pemilihan Putra Putri Pendidikan Tomohon-Minahasa 2025 Sukses Digelar
PDI-P Manado: Richard Sualang Ajak Kader Jaga Nilai-nilai Pancasila
Dugaan Penyelewengan Dana Sekolah di SMKN 3 Manado Mencuat
Buka Open Tournament Volly Ball Kapolres Cup Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-79, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, S.H