Talaud, sulutzone.com – Pemerintah Daerah Kebupaten Kepulauan Talaud Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, S.Pi. M.Env,Mgmt himbau masyarakat Talaud untuk terus jaga kerukunan dan persaudaraan baik dalam bingkai kehidupan antar umat beragama maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan pasca pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di kecamatan Esang beberapa waktu yang lalu serta menjelang Pembacaan Putusan di Mahkama Konstitusi tentang sengketa Pemilukada di Talaud pada hari Rabu (14/05/2025) besok.
Pesan perdamaian yang menyejukkan hati disampaikan Pj. Bupati berkaitan dengan perayaan Hari Waisak 2569 BE.
Pada kesempatan itu, Pj. Bupati mengingatkan pesan untuk saling menebarkan kebaikan kepada sesama manusia.
“Salah satu pesan Buddhis adalah bagaimana kita ini menebarkan energi positif kepada siapa pun juga, bukan hanya manusia, tapi juga kepada alam semesta seperti pohon, batu-batuan, air, langit, dan sebagainya,” tutur Pj Bupati, Senin (12/5/2025) kemarin.
Manumpil, mengatakan pesan positif tersebut dapat tercermin dari persatuan dan saling menghormati antarumat beragama. Menurutnya, perbedaan adalah karakter utama sebagai umat manusia
“Jadi pesan itu artinya kita sebagai warga bangsa Indonesia secara umum maupun sebagai masyarakat yang bernaung di kabupaten Kepulauan Talaud, kita harus bersatu, saling menghormati satu sama lain. Jadi perbedaan itu adalah karakter kita sebagai umat manusia,” jelas Pj.Bupati.
Persatuan di antara perbedaan itu sendiri diartikan bukan sebagai upaya untuk menyeragamkan.
Menurut Manumpil yang akrab dengan media ini menyatakan bahwa, perbedaan dalam persatuan dimaksudkan untuk membiasakan diri hidup di tengah perbedaan tanpa saling mengusik.
“Menurut saya, bukan bagaimana mempersatukan, menjadikan satu, tapi bagaimana membiasakan diri kita hidup di tengah perbedaan tanpa saling mengusik satu sama lain,” Pungkasnya
Ia menambahkan bahwa persatuan di antara perbedaan adalah kebanggaan dalam bingkai masyarakat Nusantara yang majemuk. Dia berharap tidak ada yang merusak persatuan itu dan masyarakat terus bisa merawatnya dalam semangat “Sansiotte Sampate-pate”.
“Inilah Talaud yang cinta damai, menghormati perbedaan dan keragaman, karena perbedaan itu lukisan Tuhan. Jangan ada yang merusak.
Perbedaan itu rahmat kita harus pelihara perbedaan adalah kekuatan Indonesia, mari kita rawat,” imbuh Manumpil yang selalu terlihat santun.
Artikel Terkait
Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Talaud Desak Pelantikan Bupati Terpilih Sesuai Hasil Pilkada 2024 dan PSU 2025
Wawali Richard Sualang Turun Langsung Pimpin Kerja Bakti Pasca Banjir di Wanea
Pergub Tata Kelola Media Pemprov Sulut Segera Diajukan, Kerjasama Media 2025 Lebih Selektif
DPP KNPI Terus Bergerak, Verry Seke Serahkan SK Carataker untuk Talaud
KNPI Manado Tegaskan Dukungan Penuh untuk Musda Penyatuan KNPI Sulut
Belasan Ribu Warga Sulut Tumpah Ruah di Kakas, Rayakan Syukuran Gubernur YSK dan HUT Pernikahan
Perang Dagang AS-China: Menuju Resolusi Damai, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Global?
Taruna Akademi Kepolisian Gelar Bakti Sosial di Rumah Perlindungan Lansia
Ketua PBNU: Langkah Polri Tangguhkan Penahanan Mahasiswi ITB Positif
GPII Apresiasi Penangguhan Penahanan Mahasiswi ITB dalam Kasus Meme