Bitung, sulutzone.com -- Kehebohan terjadi di media sosial setelah seorang pelanggan Indomaret Bitung tepatnya di depan klinik mata jalan 46, Sulawesi Utara, membagikan pengalaman buruknya.
Ia melaporkan bahwa diduga ATM-nya dirusak oleh karyawan karena saldo yang tidak mencukupi untuk membayar belanjaannya.
Lebih lanjut, ia menduga salah satu karyawan telah memakan snack yang ia beli setelah ATM tersebut disita.
Baca Juga: Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sulawesi Utara Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Manado
Bahkan salah seorang oknum karyawan sempat bersuara, "kalo nd ad doi nd usahh bblanja"
Kejadian ini memicu perdebatan luas mengenai standar pelayanan konsumen dan profesionalisme karyawan di gerai ritel tersebut.
Postingan tersebut langsung viral dan dibanjiri komentar dari netizen yang berbagi pengalaman serupa.
Baca Juga: Tragedi di Koha Selatan: Polsek Pineleng Usut Kasus Gantung Diri Pemuda
Banyak keluhan mengenai masalah transaksi digital, fasilitas yang kurang terawat (seperti toilet yang rusak), dan pelayanan yang kurang ramah.
Beberapa komentar membandingkan pengalaman di Indomaret dengan Alfamidi, yang dinilai memiliki pelayanan yang lebih baik dan fasilitas yang lebih terjaga.
Kasus ini menjadi sorotan dan menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan dan pengawasan yang lebih ketat di gerai ritel untuk melindungi hak-hak konsumen.
Baca Juga: Polsek Pelabuhan Manado: Operasi Berhasil, Cap Tikus Disita!
Peristiwa ini juga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) Indomaret dalam menangani transaksi dan keluhan pelanggan.
Berbagi pengalaman Anda di Indomaret? Kunjungi www.sulutzone.com untuk berbagi cerita dan diskusi!
Artikel Terkait
Polsek Wori Bantu Evakuasi Jenazah Nelayan yang Ditemukan Meninggal di Perairan Wori
Polsek Pelabuhan Manado: Operasi Berhasil, Cap Tikus Disita!
Polresta Manado: Misteri di Balik Gudang Terpal Malendeng Terungkap?
Tragedi di Koha Selatan: Polsek Pineleng Usut Kasus Gantung Diri Pemuda
Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sulawesi Utara Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di Manado