religi

MTPJ 4 – 10 Mei 2025 Yohanes 21:1-14 “Yesus Menampakkan Diri Setelah Bangkit Menyatakan Ia adalah Tuhan”

Minggu, 4 Mei 2025 | 08:34 WIB
MTPJ 4 – 10 Mei 2025 (Ist)

sulutzone.com

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Era digitalisasi sekarang ini menekankan tentang halhal yang diterima dengan “akal sehat” serta dapat dijelaskan secara ilmiah. Pemikiran demikian juga tanpa terasa sudah mempengaruhi ajaran-ajaran Gereja, contoh: apakah benar bahwa Yesus Kristus itu bangkit dari antara orang mati? Apa yang dapat membuktikan kebangkitan Yesus Kristus itu? Apakah kebangkitan-Nya benar-benar nyata ataukah hanya ilusi atau dibuat sedemikian rupa dengan pemikiran-pemikiran secara teologis sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas dan dipercayai sebagai sebuah fakta? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang senada dengan itu.

Gereja menghadapi pergumulan dengan masalah teologis mengenai kebangkitan Yesus Kristus sehingga tak jarang muncul ajaran yang menyimpang dari Alkitab yang merupakan sumber kebenaran itu sendiri. Sebagai salah satu Gereja Reformasi. maka GMIM mencerminkan ajaran yang hanya berpedoman dari Alkitab (So/a Sciptura). Alkitab yang memberikan bukti tentang fakta sejarah bahwa Yesus Kristus telah bangkit dan menampakkan diri kepada banyak orang, sebagaimana perenungan tirman Tuhan di minggu kedua setelah Paskah ini dengan tema: “Yesus Menampakkan Diri Setelah Bangkit, Menyatakan la Adalah Tuhan”.

Perikop yang menjadi bacaan kita saat ini yakni Yohanes 21:1-14 adalah penampakkan diri Yesus yang ketiga saat itu kepada para murid seperti yang ditegaskan dalam ayat 14: “Itulah ketiga saat Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.” Kata “menampakkan diri” diterjemahkan dari kata Yunani ephanerothe asal kata phanero.

Sebelumnya, penulis Injil Yohanes menceritekan penampakkan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya kepada Maria Magdalena (20:11-18), kepada murid-murid-Nya (20:10-23) dan kepada Tomas (20:24-29).

Dengan tiga kali penampakkan Yesus kepada para murid-Nya di waktu dan tempat yang berbeda menunjukkan bahwa memang benar, la adalah Tuhan.

Kisah penampakkan dalam pasal 21 ini, terjadi di tepi Danau Tiberias (ay.1). Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid yang ternyata sudah kembali ke pekerjaan asal mereka sebagai nelayan. Para murid yang berkumpul itu antara lain Simon Petrus, Tomas. Natanael serta beberapa murid yang lain. (ay.2) Yesus telah menampakkan diri kepada mereka sebelumnya (20:19-29).

Pada ayat selanjutnya, Simon Petrus berinisiatif untuk menangkap ikan bersama para murid yang lain, tetapi semalaman mereka menjala ikan. tidak berhasil. (3) Pada satu pihak, mereka gagal menangkap ikan karena hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri. Pengalaman sebagai nelayanpun tidak menjamin memperoleh hasil yang memuaskan. Tetapi pada pihak lain, kegagalan itu terjadi agar kekuasaan dan mujizat Allah dinyatakan.

Kehadiran Yesus di Danau Tiberias untuk menyatakan dan meyakinkan para murid bahwa Dia benar sudah bangkit. Peristiwa Tiberias ini mengingatkan mereka pada peristiwa di mana Yesus dengan mujizat-Nya membuat para murid dapat menjala ikan dengan jumlah yang banyak. Dan akhirnya para murid mengenal Dia adalah Tuhan.

Di tengah kegalauan para murid yang tidak mendapat hasil tangkapan, mereka tidak menyadari dan tidak tahu bahwa yang berdiri di tepi danau adalah Yesus. (ay.4-5). “Mereka tidak tahu” adalah terjemahan dari kata Yunani atau dalam bahasa Yunani. Kata edeisan berasal dari kata kerja oida yang berarti “mengetahui- atau “mengenali-. Jadi dalam ayat ini para murid tidak tahu atau tidak mengenali Yesus pada saat itu. Yesus menyapa para murid dengan sebutan “anak-anak”, terjemahan dari kata Yunani Padia. payia adalah bentuk jamak dari payion yang berarti “anak kecil- atau “anak-anak-. Yesus menggunakan kata payia untuk memanggil muridmurid-Nya dengan cara yang penuh kasih sayang, seperti seorang guru atau ayah yang berbicara kepada anak-anaknya. Jadi, penggunaan kata payia lebih sebagai ungkapan keakraban dan perhatian Yesus kepada para murid

Yesus bertanya kepada para murid-Nya, apakah mereka mempunyai lauk pauk? Lauk pauk di sini dapat diartikan ikan. Jadi, Yesus bertanya-tanya apakah mereka mempunyai ikan. Mereka tidak menjawab. Ketika terjadi percakapan tersebut menunjukkan bahwa posisi Yesus yang ada di tepi danau tidak terlalu jauh dengan Simon beserta teman-temannya yang berada di atas perahu, karena mungkin mereka sudah akan berlabuh dan turun dari perahu karena tidak memperoleh ikan. Yesus kemudian berkata kepada Simon dan teman-tem,:innya untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu dan apa hasilnya? Mereka mendapatkan banyak ikan sehingga tidak dapat menarik jala tersebut. Murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Simon Petrus. bahwa itu adalah Tuhan, terjemahan dari kata Yunani kurios (ay.7). Sebutan Tuhan digunakan untuk Yesus yang telah bangkit. Simon Petrus mengingat dengan jelas suara yang sama ketika ia dipanggil menjadi murid-Nya.

Dalam ayat 8-13, diceritakan bahwa perahu para murid hanya berjarak 200 hasta dari darat dan mereka mempecoleh ikan yang sangat banyak. Mujizat yang dilakukan Yesus di hadapan para murid-Nya dengan diperolehnya ikan yang banyak serta besar semakin membuat para murid yakin bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus juga mengajak mereka untuk sarapan bersama dengan menu ikan yang sudah dimasak. Hal-hal ini membuktikan bahwa Yesus yang disalibkan, mati dan dikuburkan telah bangkit dari antara orang mati. Para murid kemudian percaya, bahwa orang yang berdiri di tepi danau dan diperintahkan untuk menebarkan jala serta mendapat hasil yang sangat banyak, pasti itu adalah Yesus. Karena hanya Dia yang dapat melakukan hal tersebut, “Sebab mereka tahu, bahwa la adalah Tuhan” (ay.12). Dalam ayat 13 dikatakan: Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. “Maju ke depan- adalah terjemahan dari kata Yunani erkhetai yang berarti “datang”. Roti (artos) dan ikan (opsarion) menunjukkan bahwa Yesus memberikan makanan fisik kepada para muridNya. Yesus datang dan memberi mereka makan menunjukkan kepedulian Yesus kepada para murid. Tindakan Yesus memberikan roti dan mengingatkan ikan pada mujizat yang Yesus lakukan dalam Yohanes 6:1-14. Ayat ini jadinya mau menjelaskan tentang kasih sayang dan kehadiran Yesus sesudah la saat serta mengingatkan para murid akan untuk melayani.

Makna dan Implikasi Firman

  1. Penampakkan Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya adalah sebuah kebenaran yang tak terbantahkan oleh berbagai ajaran, pandangan dan teori dari manusia. Dengan kebangkitannya umat manusia memperoleh kehidupan yang kekal. Janji Allah tergenapi dengan kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Jika la tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita dan kita adalah orang yang paling malang di dunia ini.
  2. Kebangkitan Yesus Kristus memberi harapan baru bagi umat manusia serta mengubah hal yang tidak mungkin atau tidak mungkin menjadi mungkin. Seperti para murid yang tidak memperoleh ikan meskipun semalaman mereka mencari dengan berbagai pengalaman mereka sebagai nelayan, tetapi tidak memperoleh apa-apa. Hanya dengan kata Yesus Kristus yang penuh kuasa, mampu mengubah keadaan dengan banyaknya ikan hasil tangkapan. Demikian juga dengan kita, setiap perkataan Yesus Kristus yang penuh kuasa akan mampu mengubah hidup kita yang dihimpit dengan berbagai persoalan. Dalam Yesus Kristus, pasti akan ada jalan keluar yang terbaik.
  3. Kebangkitan Yesus Kristus memberikan dampak positif bagi orang percaya, antara lain; akan selalu membawa kedamaian dan kegembiraan di manapun pergi dan berada, berdamai dengan alam semesta yang diwujudkan melalui menjaga lingkungan hidup serta menjadi berkat bagi banyak orang.
  4. Kebangkitan Yesus Kristus mengubah cara memandang umat manusia tentang arti keselamatan yang sesungguhnya, bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan. Tidak ada seorangpun yang pernah mengatakan “Akulah Jalan Keselamatan dan Hidup” (band. Yohanes 14:6) kecuali Yesus sendiri. Oleh karena itu marilah kita sebagai orang yang percaya kepada-Nya untuk tetap setia mengikuti Dia. Jangan lagi ragu tentang kebangkitan-Nya, bahwa memang Ia sudah bangkit dari antara orang mati.
  5. Penampakkan Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya merupakan bukti bahwa la hidup dan memiliki makna yang mendalam dalam iman Kristen. Penampakkan Yesus Kristus menguk identitas-Nya bahwa Ia adalah Tuhan.

 

Halaman:

Terkini

Ditengah Pergumulan : Kekuatan GMIM Hanya Doa

Senin, 22 Juni 2026 | 11:42 WIB