Pada saat itu, Yesus sedang menghadapi situasi yang membuat-Nya menyatakan bahwa jiwa-Nya tergoncang. Tetapi Ia memilih untuk tidak meminta Bapa-Nya menyelamatkan-Nya dari penderitaan sebab justru untuk itulah Ia datang ke dunia. Hal yang dilakukan Yesus ketika menghadapi keadaan genting ini adalah Ia berdoa agar Bapa-Nya memuliakan nama Bapa-Nya, dan suara dari surga terdengar, menegaskan bahwa nama Tuhan sudah dimuliakan dan akan dimuliakan lagi (ayat 27-30). Kemuliaan diberikan hanya kepada Allah Bapa. Apa yang Yesus lakukan ketika berada di saat genting adalah memuliakan Bapa-Nya dan taat kepada kehendak Bapa-Nya.
Pada ayat 31-33, penulis memaparkan bagaimana Yesus menjelaskan tentang keadaan saat itu dengan menyatakan bahwa sekarang adalah saat penghakiman bagi dunia ini, dan penguasa dunia (Yunani: archoun tou kosmou , artinya: penguasa [penguasa]; kekuatan iblis [kuasa jahat]) akan disingkirkan atau dilenyapkan (Yunani: ekblethesetai ; artinya: membuang [mengusir]; menghapus [menghapus, menyingkirkan]. Penyataan Yesus ini hendak menjelaskan kepada para pendengar-Nya, bahwa kematian-Nya akan membawa kemenangan atas dosa dan kuasa jahat. Ia juga menyatakan bahwa ketika Ia ditinggikan dari bumi melalui peristiwa penyaliban, Ia akan mengajak semua orang yang mendengar setiap ajaran-Nya untuk datang kepada-Nya.
Pada bagian selanjutnya, ayat 35-36, penulis menjelaskan bagaimana banyak orang yang mendengar ini menjadi bertanya-tanya. Hal ini terjadi karena mereka memiliki pemahaman yang berbeda dengan perkataan Yesus. Bagi mereka Mesias akan tetap tinggal selama-lamanya. Mereka bertanya bagaimana Yesus bisa mengatakan bahwa Anak Manusia harus ditinggikan. Yesus menggunakan metafora tentang terang (Yunani: phos ) dan kegelapan (Yunani: skotia ) untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kata phos secara literal berarti terang, namun secara metafor Merujuk pada Tuhan Allah sebagai Sumber terang itu sendiri. Demikianlah ini saya rujuk pada Yesus Kristus. Sementara itu, kata scotia berarti gelap, kegelapan. Kata ini secara kiasan merujuk pada keadaan tidak adanya pemahaman religius dan moral. Suatu situasi yang jauh berbeda atau bertolak belakang dengan situasi phos . Yesus dengan tegas menasihati mereka untuk berjalan dalam terang sementara terang itu ada, agar mereka tidak menjadi kegelapan anak-anak. Kata berjalanlah , peripateite berarti berjalan (berjalan); berperilaku (berperilaku); hidup (hidup); jenis kehidupan (jenis atau bentuk kehidupan). Nasehat Yesus untuk berjalan dalam terang mengaskan ajaka untuk hidup sesuai kehendak dan teladan yang telah ditunjukkan-Nya. Dengan demikian, ini juga merupakan peringatan agar mereka percaya kepada-Nya sebelum terlambat (ayat 35-36).
Makna dan Implikasi Firman
- Yesus Kristus adalah Tuhan dan berjanji. Ia datang ke dalam dunia untuk mewujudkan kasih Tuhan Allah yang tulus kepada manusia dan dunia, agar tidak ada yang binasa melainkan semua manusia beroleh hidup yang kekal. Dan inilah tujuan dari pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
- Kematian Yesus Kristus telah mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kematian yang mendatangkan kegembiraan, kebahagiaan dan kehidupan kekal.
- Setiap orang yang percaya dan diselamatkan oleh pengorbanan dan kematian Yesus Kristus, terpanggil untuk tidak hanya percaya dan hidup dalam keselamatan, melainkan mewujudkannya dengan mengambil bagian dalam pelayanan-Nya di tengah dunia. Mengikuti Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya bagi dunia menuntut ketaatan, kesetiaan, dan bahkan kesediaan untuk menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya. Yesus Kristus berkata, bahwa barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa yang tidak mencintai nyawanya atau tidak mengutamakan kehidupannya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
- Melalui penderitaan dan kematian-Nya, Yesus Kristus dimuliakan dan melalui-penghakiman atas dunia terjadi serta kemenangan atas dosa dan kuasa jahat yang dicapai. Yesus Kristus mengajak semua orang yang percaya untuk dengan sungguh-sungguh yakin kepada-Nya dan mengikuti-Nya, agar dapat menjadi anak-anak terang.
- Penghayatan akan sengsara Yesus Kristus, akan membuat kita semua teguh dalam iman dan percaya kepada-Nya. Inilah kekuatan untuk mengikuti dan melayani-Nya sepanjang kehidupan kita.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Apa yang saudara pahami tentang “Yesus Memberitakan Kematian-Nya” menurut Yohanes 12:20-36?
- Mengapa masih ada orang Kristen yang meragukan Yesus Kristus yang mati dan bangkit?
- Sebagai orang yang diselamatkan, apa yang akan kita lakukan sebagai bentuk ketaatan dan kesetiaan kita kepada Yesus Kristus?
NAS MEMBINGUNGKAN: Yohanes 12:23
POKOK-POKOK DOA
- Mendoakan mereka yang masih hidup dalam dosa.
- Mendoakan agar setiap orang yang diselamatkan dapat mengambil bagian dalam Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan.
- Mendoakan agar warga gereja diberikan kekuatan dan ketahanan dalam melaksanakan kesaksian imannya.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: MINGGU SENGSARA IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ. No.355 Yesus Memanggil Mari Seg'ra
Sesudah Nas Pembimbing dan atau Nyanyian Masuk: KJ. No.34 Di Salib Yesus Di Kalvari
Pengakuan Dosa dan Pemberitaan Anugerah Allah : KJ. 178 Kar'na Kasih-Nya padaku
Ajakan untuk mengikut Yesus di jalan sengsara: KJ. No. 408. Di Jalanku 'Ku Diiring