Sulutzonecom -- Bulan Sya'ban, bulan yang penuh berkah, telah tiba. Di antara keutamaan bulan Sya'ban adalah disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadiîn menjelaskan bahwa puasa Sya'ban memiliki keutamaan yang besar, yaitu mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat kelak.
Mengapa Rasulullah SAW Mencintai Bulan Sya'ban?
Rasulullah SAW sangat mencintai bulan Sya'ban karena bulan ini merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Namun, sayangnya, bulan Sya'ban sering dilupakan karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Padahal, banyak keutamaan yang terkandung di dalam bulan Sya'ban.
Keutamaan Puasa Sya'ban
Salah satu cara untuk memuliakan bulan Sya'ban adalah dengan melaksanakan ibadah puasa. Selain itu, bulan Sya'ban juga merupakan bulan di mana amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, disunnahkan untuk berpuasa di bulan Sya'ban agar saat laporan tahunan tersebut, kita dalam keadaan berpuasa.
Anjuran dari Para Ulama
Syekh Nawawi al-Bantani dan Ibnu Hajar al-Haitami, dua ulama besar, juga menganjurkan umat Muslim untuk berpuasa di bulan Sya'ban. Hal ini sebagai bentuk mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW. Namun, Ibnu Hajar tidak menganjurkan puasa satu bulan penuh di bulan Sya'ban. Ia lebih menekankan untuk melakukan puasa sunnah di separuh awal bulan Sya'ban.
Tata Cara Puasa Sya'ban
Berikut adalah tata cara puasa Sya'ban yang perlu diperhatikan:
-
Niat: Niat puasa dapat dilakukan di hati atau diucapkan dengan lafal berikut:
Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah ta’âlâ.”
-
Waktu Niat: Niat puasa Sya'ban dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat).
-
Sahur: Makan sahur lebih utama dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
-
Menahan Diri: Selama berpuasa, kita harus menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan dosa.