Ketua Pemuda Katolik Sulut Tanggapi Pembubaran Rosario di Tangsel.

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Rabu, 8 Mei 2024 | 03:52 WIB
Ketua Pemuda Katolik Sulawesi Utara, Gusti Kalengkongan. (Istimewa)
Ketua Pemuda Katolik Sulawesi Utara, Gusti Kalengkongan. (Istimewa)

SulutZone.com - Pada malam Minggu, 5 Mei 2024, sebuah peristiwa yang mengguncang terjadi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Aksi pembubaran paksa ibadah Doa Rosario mahasiswa Katolik dilakukan dengan cara yang tidak patut.

DIlansir dari tribunjambi.com tindakan anarkis ini disebabkan oleh provokasi yang dilakukan oleh Ketua RT setempat, yang disertai dengan nada suara yang tinggi dan kata-kata kasar.

Baca Juga: Berjuang Merebut Tiket Olimpiade 2024! Berikut Jadwal Timnas Indonesia U 23 VS Guinea U 23.

Peristiwa ini berawal ketika sejumlah mahasiswa Katolik sedang berdoa Rosario di tempat kost mereka.

Doa Rosario merupakan kegiatan umat Katolik yang digelar setiap Mei dan Oktober, setiap hari selama sebulan.

Biasanya, kegiatan ini dilakukan berkelompok dalam jumlah terbatas. Namun, pada malam tersebut, ibadah mereka tiba-tiba dibubarkan paksa oleh kelompok yang dipimpin oleh Ketua RT 007.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Berjuang Hadapi Tantangan Singkat Menuju Playoff Olimpiade 2024

Kelompok ini meminta para mahasiswa untuk menjalankan ibadah di gereja, bukan di tempat kost.

Video yang beredar menunjukkan bahwa para perusuh ini bahkan membawa senjata tajam, yang membuat suasana yang awalnya damai berubah menjadi mencekam dan menimbulkan rasa takut.

Selain melakukan pembubaran paksa, pelaku juga melakukan aksi penganiayaan. Dua orang perempuan peserta Doa Rosario malam itu mengalami luka sayatan.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Godok Aturan Dana Pensiun untuk Atlet Penerima Medali Olimpiade

Tidak hanya itu, seorang pria yang berasal dari Jonggol, yang sedang berusaha melindungi mahasiswa yang ketakutan, juga dianiaya oleh kelompok anarkis ini.

Pria tersebut mengalami luka parah dan merupakan seorang pemuda Muslim yang berusaha menghalau kelompok yang saat itu melakukan intimidasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X