(1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
(2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu – kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Injil dalam Bahasa Yunani disebut “euangelion” yang berarti “kabar baik atau berita sukacita”.
Disebut kabar baik karena menceritakan keselamatan yang Tuhan Allah kerjakan dan sediakan bagi seluruh umat manusia melalui Anak-Nya Yesus Kristus.
Rasul Paulus selaku pemberita Injil mengingatkan jemaat di Korintus yang sudah menerima Injil, agar teguh berdiri atau kuat menghadapi tantangan hidup.
Selaku pemberita Injil, suka atau tidak, baik atau tidak baik waktunya, kabar baik ini harus disampaikan.
Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Korintus bahwa oleh Injil mereka diselamatkan asal mereka teguh berpegang pada-Nya. Hal yang sangat penting hendak disampaikan yaitu: “memang Injil menyelamatkan, tetapi tidak berarti bila jemaat menerima saja tanpa berbuat apa-apa.”
Artinya harus ada respon atau kesediaan percaya dengan sungguh-sungguh dan tidak ada keraguan serta melakukan dengan penuh tanggung jawab.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus Kristus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ” (Matius 7:21).
Maksud Injil yang menyelamatkan menunjuk kepada inisiatif Tuhan Allah yang datang menjumpai manusia berdosa dan mengambil allih beban dosa yang dipikulnya bukan karena ia layak.
Melainkan karena manusia tidak punya kemampuan apa-apa untuk membebaskan dirinya dari belenggu dosa yang memasungnya.
Injil yang adalah Yesus Kristus, Juruselamat umat manusia yang diberitakan bukan lagi berita baru bahkan kita sendiri memberitakannya.
Artikel Selanjutnya
Paus Basuh Kaki Narapidana di Kamis Putih; Tuhan Tidak Pernah Berhenti Mengampuni
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: Dodoku GMIM
Artikel Terkait
Paus Basuh Kaki Narapidana di Kamis Putih; Tuhan Tidak Pernah Berhenti Mengampuni
Refleksikan Jumat Agung, Jemaat GMIM Tabur Kasih Gelar Prosesi Penyaliban
Paus Fransiskus: Kebangkitan Kristus Merayakan Transformasi Hidup
Ini Kata Paus Soal Perang Rusia-Ukraina
Paus Sekali Lagi Serukan Hentikan Perang di Gaza
Pesan Kebangkitan dalam Konteks Modern, RD. Dismas V. Salettia, Pr.
Simak Data Peningkatan Umat dan Uskup di Dunia
Menurunnya Orang Mengaku Beragama, Pendeta Perempuan Meningkat
Pesan Paus Fransiskus Untuk Kemanusiaan
Pemerintah Tetapkan Lebaran 10 April 2024