Singgah Sayang: Simpul yang Meruncing (Part III)

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 20 Januari 2025 | 06:48 WIB
Singgah Sayang (Istimewa)
Singgah Sayang (Istimewa)

sulutzone.com -- Setelah pendakian di Klabat, Surya dan Mentari semakin sering berkomunikasi. Walaupun Satria terus berusaha menciptakan jarak di antara mereka dengan berbagai cara, entah itu komentar sinis atau mencoba selalu hadir di setiap kesempatan, kedekatan Surya dan Mentari semakin tak terhindarkan. Mentari mulai terbuka dengan Surya, menceritakan lebih banyak tentang dirinya, termasuk tentang kampung halamannya di Paku Weru, Minahasa Selatan, dan keputusannya untuk nge-kost di Tomohon karena jarak yang terlalu jauh untuk pulang pergi setiap hari.

Akhirnya, mereka berdua sepakat untuk bertemu di Tomohon. Surya yang penasaran dengan tempat tinggal Mentari, sekaligus ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya, menyetujui ajakan tersebut dengan antusias. Mereka berjanji bertemu di Cafe Singgah Sayang, sebuah kafe yang cukup populer di pusat kota Tomohon.

Hari yang dinanti tiba. Surya tiba lebih awal dan memilih tempat duduk yang strategis, dari mana ia bisa melihat pintu masuk. Tak lama kemudian, Mentari datang dengan senyum manisnya. Keduanya saling bertukar sapa dan memulai obrolan yang hangat.

Baca Juga: Di Bawah Naungan Klabat: Babak Baru (Part II)

Suasana di Cafe Singgah Sayang sangat mendukung. Musik yang lembut, aroma kopi yang harum, dan dekorasi yang nyaman menciptakan atmosfer yang romantis. Mereka bercerita tentang banyak hal, mulai dari hobi, keluarga, hingga impian masa depan. Dari percakapan itu, terungkap bahwa Mentari adalah mahasiswi tahun kedua di UKIT, sementara Surya adalah mahasiswa tahun akhir di Unsrat. Perbedaan tingkatan kuliah ini tidak menjadi penghalang bagi kedekatan mereka.

Di tengah suasana yang semakin akrab, tiba-tiba Satria muncul. Ia memberikan alasan klise, "Wah, kebetulan sekali bertemu kalian di sini." Padahal, Surya sudah menduga kehadirannya. Ia tahu bahwa Satria mendapatkan informasi tentang pertemuan mereka dari Angel, sahabat Mentari.

Sejak Mentari dekat dengan Surya, Satria memang perlahan menjauh dari Mentari. Namun, ia tetap berusaha mencari informasi tentang Mentari melalui Angel, yang tanpa disadari telah menjadi informan bagi Surya juga. Surya sendiri merasa tidak enak hati memanfaatkan Angel, tetapi ia juga tidak bisa mengabaikan perasaannya pada Mentari.

Baca Juga: Senja di Puncak Lokon: Kisah Surya dan Mentari (Part I)

Suasana yang tadinya romantis seketika berubah canggung. Surya dan Mentari saling bertukar pandang, sementara Satria memasang wajah tanpa dosa. Mereka bertiga akhirnya duduk bersama, mencoba menjaga suasana tetap cair, meskipun terasa sekali adanya ketegangan di antara mereka.

Tak berselang lama, Angel tiba di kafe. Ia bergabung dengan mereka atas ajakan Mentari melalui pesan singkat. Kehadiran Angel semakin menambah kompleksitas situasi. Sekarang, mereka berempat duduk bersama, di tengah simpul persahabatan dan persaingan yang semakin meruncing.

Bersambung...

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X