Di Bawah Naungan Klabat: Babak Baru (Part II)

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 20 Januari 2025 | 00:30 WIB
Ilustrasi Gunung Klabat (Istimewa)
Ilustrasi Gunung Klabat (Istimewa)

Cerpen -- Setahun telah berlalu sejak pendakian di Lokon. Surya masih menyimpan kenangan tentang Mentari, senyumnya masih terbayang jelas. Ia tak pernah berhenti mendaki, berharap bertemu kembali. Kali ini, Gunung Klabat menjadi tujuannya.

Di saat yang bersamaan, Mentari juga memutuskan untuk mendaki Klabat bersama teman-teman kampusnya, para mahasiswi Teologia UKIT. Ia pun masih mengingat pertemuan singkat di Lokon, meskipun samar.

Pertemuan mereka di Klabat terjadi di pos peristirahatan ketiga, persis seperti setahun lalu. Surya sedang duduk di atas batu, memandangi lembah di bawah. Tanpa sengaja, ia mendengar suara tawa yang familiar. Ia menoleh dan melihat sekelompok gadis, salah satunya… Mentari.

Baca Juga: Senja di Puncak Lokon: Kisah Surya dan Mentari (Part I)

Namun, baik Surya maupun Mentari tidak menyadari bahwa mereka pernah bertemu. Waktu telah berlalu, dan ingatan mereka tentang pertemuan singkat itu memudar. Mereka hanya merasa ada sesuatu yang familiar, tanpa bisa menjelaskan apa.

Surya memberanikan diri menyapa kelompok tersebut, menawarkan bantuan untuk mendirikan tenda. Mentari membalas senyumnya dengan ramah. Obrolan pun mengalir, membahas tentang pendakian, alam, dan kehidupan.

Saat obrolan semakin dalam, Surya menyebutkan ia kuliah di Unsrat Manado, jurusan Ekonomi. Mentari terkejut dan menyebutkan ia kuliah di UKIT, jurusan Theologia. Dari sinilah Surya mengetahui nama Mentari dan latar belakangnya. Perasaan familiar yang tadi dirasakan semakin kuat di benak mereka.

Tanpa mereka sadari, di antara teman-teman Mentari, ada Satria, seorang mahasiswa UKIT jurusan lain. Ia sudah lama menaruh hati pada Mentari. Melihat kedekatan Mentari dan Surya, Satria merasa risih dan cemburu. Ia mulai memasang sikap dingin pada Surya, dan berusaha selalu berada di dekat Mentari.

Pendakian berlanjut hingga ke puncak Klabat. Pemandangan dari puncak sungguh memukau, namun di antara Surya dan Mentari, ada semacam ketegangan yang tak terucapkan, akibat kehadiran Satria.

Setelah turun gunung, Surya memberanikan diri mengajak Mentari bertemu di luar, sekadar minum kopi dan melanjutkan obrolan. Mentari setuju. Inilah awal babak baru bagi mereka, di bawah naungan Klabat.

Drama di Kaki Gunung

Pertemuan-pertemuan selanjutnya antara Surya dan Mentari diwarnai oleh kehadiran Satria yang selalu berusaha mengganggu. Ia sering tiba-tiba muncul di tengah obrolan mereka, atau membuat komentar-komentar sinis tentang Surya.

Surya yang awalnya tidak menyadari perasaan Satria pada Mentari, mulai menyadari adanya persaingan. Ia pun berusaha bersikap lebih dekat dengan Mentari, menunjukkan ketertarikannya.

Mentari sendiri berada di tengah-tengah. Ia merasa nyaman dengan Surya, namun juga tidak ingin menyakiti perasaan Satria yang sudah menjadi temannya sejak lama. Ia berusaha bersikap netral, namun hal ini justru semakin membuat kedua pria itu bersaing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X