Sulutzone.com — Pengecekan tekanan angin ban sering kali dianggap sepele dan baru dilakukan pengendara ketika kondisi fisik ban sudah terlihat kempis. Padahal, kondisi ban yang kekurangan tekanan udara sangat memengaruhi kenyamanan bermanuver, keiritan bahan bakar, hingga keselamatan pengendara di jalan raya.
Pabrikan sepeda motor Yamaha Indonesia mengingatkan pentingnya menjaga tekanan angin sesuai standar rekomendasi.
"Tekanan angin merupakan salah satu faktor penting yang menentukan bagaimana ban bekerja ketika bersentuhan dengan permukaan jalan. Karena itu, tekanan ban tidak seharusnya hanya diisi berdasarkan perkiraan atau sekadar terasa keras," pukas Yamaha Indonesia dalam rilis resminya, Jumat (9/10/2026).
5 Dampak Buruk Mengabaikan Tekanan Angin Ban Motor
Berikut lima kerugian utama apabila sepeda motor terus dipaksakan jalan dalam kondisi tekanan ban kempis atau kurang angin:
-
Handling Setang Terasa Berat
Tekanan rendah membuat bidang kontak (contact patch) karet ban dengan aspal melebar secara tidak wajar. Hal ini mengakibatkan setang terasa kaku dan berat saat bermanuver di tengah kemacetan.
-
Ban Lebih Cepat Aus di Bagian Bahu/Samping
Dinding ban yang tertekan beban tanpa ditopang angin cukup akan membuat bagian pinggir (shoulder) mengikis lebih cepat daripada bagian tengah. Usia pakai ban pun jadi jauh lebih pendek.
-
Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros
Hambatan gelinding (rolling resistance) meningkat tajam saat ban kempis. Akibatnya, mesin butuh menyemburkan tenaga ekstra yang membuat konsumsi bensin ikut membengkak.
-
Suhu Ban Cepat Panas
Gesekan permukaan ban yang melebar dengan aspal menimbulkan panas berlebih (overheating). Kondisi ini berbahaya jika digunakan saat perjalanan jauh atau berkecepatan tinggi.
-
Risiko Velg Pecah dan Ban Benjol
Tanpa bantalan angin yang cukup, banturan tajam akibat melewati jalan berlubang akan menghantam langsung bibir velg. Hal ini berpotensi merusak konstruksi benang ban (ban benjol) hingga velg penyok.