Lanjut dia lagi, dirinya meminta para pendemo berpakaian militer ini mundur dan sampaikan aspirasi di lokasi Lapangan Volly.
Baca Juga: Kalah Dari Kroasia, Neymar Isyaratkan Tak Lagi Bela Negaranya, Tite Mundur Dari Timnas Brasil
"Saya tahu kamu punya kelakuan. Saya minta mundur dan silahkan orasi di Lapangan Volly. Kami tidak ganggu kamu dan yang penting jalan ini dikosongkan," tuturnya.
"Orang tua banyak, anak sekolah banyak, warga mau beraktivitas jadi terganggu," kata Clief.
Dia meminta para pendemo tidak menghalangi jalan raya saat menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: DPO Kasus Cabul di Bolit Barat Diciduk Polisi, Kapolsek Bolangitang Ungkap Kronologis Penangkapan
"Jalan raya ini tempat umum, saya pun tidak bisa mnghalangi jalan raya kecuali diatur oleh aturan dan undang-undang," ucap Clief.
"Trus, ko ini tiap hari pele-pele jalan ini apa. Ko yang bangun jalan ini?. Kalo sampaikan aspirasi, Lapangan Volly terbuka untuk ko. Sehingga orang yang beraktivitas, saya pe orang-orang tua, warga kompleks, mama-mama yang jualan pinang dan sayur bisa beraktivitas," tegas Clief lagi.
"Kamu berbicara Papua? Baru saya ini apa? Sama deng ko. Mari hargai orang ditempat ini. Mundur, laksanakan sampaikan aspirasi, selesai dan kamu bubar," kata dia.
"Jangan pele begini, coba kamu tanya sama orang tua dan mama-mama Papua, adik-adik saya yang mau sekolah yang disekitar sini, bagaimana dong punya perasaan, hari-hari dong pasti dihalangi," kata Clief.
"Jadi, saya minta saudara-saudara silahkan sampaikan aspirasi di lapangan voli sana. Saya tidak minta negosiasi, tidak minta ruang tanya jawab. Mari kita sama-sama, kamu naik sampe di lapangan voli, kami turun sampai di tempat kami, aman, turun, turun, kata Kompol Clief Duwith.
Diketahui, jumlah peserta aksi tersebut berkisar 50 orang dengan membawa sejumlah bendera.***