"Kebiasaan di Polri tidak isi full karena Glock 17 akan macet," ungkapnya.
Baca Juga: Benarkah Bharada E Telah Berkata Jujur? ini Kata Kamaruddin Simanjuntak
"Fakta yang membuat kami kaget juga, ada 8 selongsong milik Bharada E, padahal pelurunya itu, okelah kalau dibilang kita ikuti 17, kalau dikeluarkan 5, koq ada 8 selongsong," tuturnya.
Lanjut Dia lagi, ini menggambarkan bahwa TKP tersebut sudah rusak.
"Kembali lagi, kualitas saksi mana lagi yang bisa kita percaya," kata Ronny Talapessy.
Baca Juga: Mengejutkan! Setelah Diperiksa dengan Polygraph, Ferdy Sambo Sebut Hasilnya Seperti ini
Sementara itu, pengacara Ferdy Sambo, Febridiansyah, kematian Brigadir J disebabkan oleh tembakan di dada.
"Hasil visum itu disebutkan kematian itu disebabkan tembakan di dada. Tembakan di dada itu tembakan kapan? tembakan pertama dari Richard Elezer (Bharada E)," kata Febridiansyah.***